AGAMA BUDDHA INDONESIA

Wangsa Syailendra dapat disebut sebagai penganut Buddhayana, sebagaimana tertulis dalam Negarakretabhumi karya Pangeran Wangsakerta. Candi Borobudur yang dibangun mulai tahun 824 pada pemerintahan Samaratungga, keturunan Syailendra, mencerminkan bagai­mana ajaran Therawada, Mahayana, dan Wajrayana menyatu secara harmonis.
(PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA DI INDONESIA)

Pendekatan intersekte mencari harmoni dan kerukunan, tidak bermaksud agar sekte-sekte yang berbeda itu lenyap atau melepaskan identitas mereka yang berlainan. Tahapan sesudah penganutan sekte tertentu sampai pada intersekte sehingga memiliki pandangan dan sikap inklusivisme bahkan paralelisme dapat dinamakan pascasekte.
(WAWASAN INTERSEKTE)

Teisme dalam agama Buddha melihat Tuhan Yang Mahaesa atau Yang Mutlak sebagai Yang Maha­tinggi, Mahaluhur, Mahasuci, Ma­ha­­sempurna, kekal atau tanpa awal dan tanpa akhir. Sebagai ke­kuatan yang menguasai dan mengatur alam semesta, konsep Dharma untuk Tuhan Yang Mahaesa (atau Maha­kuasa), bukanlah suatu pribadi.
(KETUHANAN YANG MAHA ESA DALAM PERSPEKTIF AGAMA BUDDHA)

Categories: , ,

Description

Perkembangan, Wawasan, dan Ketuhanan
Oleh: Krishnanda Wijaya-Mukti
Cetakan Pertama: November 2026
14,5×21, 88 hlm

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “AGAMA BUDDHA INDONESIA”

Your email address will not be published. Required fields are marked *