Description
Perkembangan, Wawasan, dan Ketuhanan
Oleh: Krishnanda Wijaya-Mukti
Cetakan Pertama: November 2026
14,5×21, 88 hlm
Karaniya.com
bookstore
Wangsa Syailendra dapat disebut sebagai penganut Buddhayana, sebagaimana tertulis dalam Negarakretabhumi karya Pangeran Wangsakerta. Candi Borobudur yang dibangun mulai tahun 824 pada pemerintahan Samaratungga, keturunan Syailendra, mencerminkan bagaimana ajaran Therawada, Mahayana, dan Wajrayana menyatu secara harmonis.
(PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA DI INDONESIA)
Pendekatan intersekte mencari harmoni dan kerukunan, tidak bermaksud agar sekte-sekte yang berbeda itu lenyap atau melepaskan identitas mereka yang berlainan. Tahapan sesudah penganutan sekte tertentu sampai pada intersekte sehingga memiliki pandangan dan sikap inklusivisme bahkan paralelisme dapat dinamakan pascasekte.
(WAWASAN INTERSEKTE)
Teisme dalam agama Buddha melihat Tuhan Yang Mahaesa atau Yang Mutlak sebagai Yang Mahatinggi, Mahaluhur, Mahasuci, Mahasempurna, kekal atau tanpa awal dan tanpa akhir. Sebagai kekuatan yang menguasai dan mengatur alam semesta, konsep Dharma untuk Tuhan Yang Mahaesa (atau Mahakuasa), bukanlah suatu pribadi.
(KETUHANAN YANG MAHA ESA DALAM PERSPEKTIF AGAMA BUDDHA)
Perkembangan, Wawasan, dan Ketuhanan
Oleh: Krishnanda Wijaya-Mukti
Cetakan Pertama: November 2026
14,5×21, 88 hlm
Reviews
There are no reviews yet.