Mari Bergabung Dalam Sebuah Sesi Istimewa
Karya Master Sheng-yen
Ch’an adalah filosofi yang mengajarkan kita untuk mengesampingkan kata-kata,
Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Magelang diwakili oleh Bapak Sony bersyukur, karena pemandu wisata bisa berkumpul bersama mendapatkan ilmu dan wawasan lengkap tentang Borobudur.
“PT TWC mendukung langkah Penerbit Karaniya untuk memberikan pemahaman baru terkait Candi Borobudur kepada para pemandu wisata
Para pemandu wisata selama ini telah memiliki pemahaman yang baik tentang Borobudur.
Ketua panitia acara Gunawan Effendi, menyampaikan Candi Borobudur telah diakui sebagai candi begitu megah, namun banyak pengetahuan terkini tentang candi tersebut yang belum diketahui publik.
MetroTV, Peneliti telah meriset Candi Borobudur selama 30 tahun dan menyebut bahwa selama ini ada kekeliruan terhadap bangunan cagar budaya ini, seperti istilah Tridatu yang sudah terbantahkan.
Dr. Hudaya Kandahjaya menjelaskan bahwa dari catatan Yijing—biksu pengelana dari Tiongkok yang selama tinggal di Sriwijaya bekerja dan belajar di bawah bimbingan Sakyakirti—orang di seluruh dunia lalu mengenal nama Mahabiksu Sakyakirti.
Di kalangan Buddhis, hingga kini lazim ditemukan perdebatan, apakah Buddha makan daging atau tidak. Ini terjadi terutama di kalangan Theravada kontra Mahayana. Masing-masing mempunyai argumen yang tentunya bisa dilacak sumbernya dari kitab suci masing-masing, baik teks Pali, maupun Sutra Mahayana.
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi mengatakan bahwa pembekalan pemandu wisata yang menghadirkan narasumber, Dr. Hudaya Kandahjaya, pakar dan peneliti Candi Borobudur adalah dalam rangka mendukung Nota Kesepahaman Pemanfaatan Candi Borobudur untuk Kepentingan Ibadah Agama Buddha Indonesia dan Dunia.
Sejumlah pemandu wisata mendapat pembekalan pengetahuan terkait Candi Borobudur. Kegiatan ini digelar Yayasan Karaniya dan Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia (BKPBI), di Borobudur Study Center, Magelang.
Membutuhkan waktu puluhan tahun lamanya, bagi Pakar Peneliti Candi Borobudur, DR Hudaya Kandahjaya menemukan informasi-informasi pembaharuan (update) untuk meluruskan kesimpangsiuran penjelasan yang ada di Candi Borobudur.







