Glossary

Glossary

Glossary

All | # A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

There are currently 34 names in this directory beginning with the letter T.
taint

asava
noda batin (belum confirm)

tanhá

craving
lobha; rága; tanhá; abhijjhá
craving for sensuality (káma-tanhá), becoming (bhava-tanhá), or not-becoming (vibhava-tanhá)

thing

fenomena (dhamma); hal (ordinary); kegiatan

throne

sīhasana; rājatta
singgasana; tahta

tool

metode

trainee

sekkha
orang yang masih perlu belajar lagi

tedious

melelahkan

thinking

proses-nalar (noun); menalar, penalaran (verb)

tantra (Skt)

tantra (Skt)
tantra (Skt)
sebuah ‘sistem’ meditasi dan ritual, disimpan di sebuah teks (juga disebut tantra) yang dipakai di agama Buddha >Vajrayāna (lihat *PV.1, 3–4 dan 6, *V.6, 10, 40). Ada beberapa kelas teks tantra: kriyā, caryā dan yoga tantra adalah tantras ‘eksternal’– sistem praktik yang memiliki struktur berdasarkan gagasan ‘mendekati’ dan meniru pola dasar Buddha. Mahā-yoga dan anu-yoga adalah dua kelas tantra yang lebih tinggi, dikenal sebagai yang ‘internal’, dengan ati-yoga >dzogchen sebagai yang ketiga dan tertinggi. Ketiganya secara bersamaan dikenal juga sebagai anuttarayoga tantra.

tantric

tantra? Tantrik?

Tathāgata (P & Skt)

Tathāgata (P & Skt)
Tathāgata (P & Skt)
secara literal berarti ‘Yang telah pergi’ atau ‘Yang telah datang’, seseorang yang telah selaras dengan realitas. Sebuah julukan Buddha, kadang, juga untuk seorang >arahat (lihat *PK.4, *K.20, *Th.10).

Tathāgata-garbha (Skt)

Tathāgata-garbha (Skt)
Tathāgata-garbha (Skt)
‘rahim/embrio dari Yang-telah-pergi’: potensi kebuddhaan dalam setiap makhluk, kadang dipandang sebagai realitas di dalam kebuddhaan yang hanya butuh menyingkirkan >kotoran batin yang menutupinya (lihat *M.12–13, 112, *V.1). Lihat >sifat-dasar Buddha, yang dipakai di karya ini sebagai terjemahan bebas Tathāgata-garbha.

tathata; tathagata

suchness; thusness
‘realitas sebagaimana adanya’

the blessed one

Begawan (=yang mahatinggi)

the Fortunate One

Sugata

the four ‘foundations’, ‘establishments’ or ‘applications’ of mindfulness

empat ‘fondasi’, ‘landasan’ atau ‘penerapan’ sadar-penuh
satipaṭṭhāna (P, Skt smṛtyupasṭhāna)
kontemplasi meditatif terhadap tubuh, perasaan, kondisi-pikiran dan >dhamma (lihat *Th.138).

Theravāda (P)

Theravāda (P)
Theravāda (P)
aliran ‘Ajaran kuno’ atau ‘Jalan para Tetua’, umumnya ditemukan di Sri Lanka, Burma, Thailand, Cambodia dan Laos. Satu-satunya aliran kuno sebelum Mahāyāna yang masih bertahan hingga kini (lihat *PG.4, 8, 9, *PS.2, PTh, PM.3).

Theravādin (P)

Theravādin (P)
Theravādin (P)
seorang pengikut aliran Theravāda.

thína-middha

sloth & torpor; sloth & drowsiness
kemalasan & kelembaman

thirty-two characteristics of a great man

tiga puluh dua karakteristik manusia agung
fitur tubuh seorang Buddha yang menandakan keagungan-Nya, lihat *K.38 dan >raja Pemutar-roda.

Three ‘bodies’ of a Buddha

Tiga ‘tubuh’ Buddha
Skt Tri-kāya
sebuah ajaran tentang sifat-dasar kebuddhaan (lihat *M.10–13 dan *V.2–3): i) >Tubuh-Dharma, yaitu sifat-dasar tertinggi realitas, ii) >Tubuh-Kegembiraan yaitu seorang Buddha kahyangan, iii) >Tubuh-Emanasi, seorang Buddha yang bermanifestasi di bumi.

Three ‘bodies’ (Skt Tri-kāya) of a Buddha

Tiga Permata
P Tiratana, Skt Triratna
>Tiga Perlindungan sebagai harta karun yang menginspirasi.

three realms

tiga alam
P tidhātu, Skt tridhātu
tiga tingkatan realitas dalam >saṃsāra (cf. *Th.164): alam >kenikmatan indra (kāma-dhātu), yang terdiri dari neraka, >hantu kelaparan, binatang, manusia dan >dewa tingkat rendah seperti >Sakka; alam Brahmā, dan >alam tanpa bentuk (arūpa-dhātu) empat dunia secara murni hanya mental. Frase ‘tiga alam’ biasanya adalah cara untuk mengacu ke dunia berkondisi saṃsāra sebagai keseluruhan.

Three Refuges

Tiga Perlindungan
P tisaraṇa, Skt trisaraṇa
Buddha, >Dhamma dan >Sanggha (Arya) sebagai objek kebaktian yang membangkitkan semangat (lihat *K.60, *Th.93, 110, *M.49–54, 85 dan *V.27-9).

Tiantai (Ch, Jp Tendai)

Tiantai (Ch, Jp Tendai)
Tiantai (Ch, Jp Tendai)
sebuah aliran agama Buddha Timur yang menekankan pada gagasan >Sūtra Lotus dan sifat-dasar Buddha (lihat *PM.6, dan *M.119, 123).

tilakkhana

tiga ciri keberadaan

tranquality, calm abiding

samatha, shamatha
samatha, ketenangan, keheningan

transcend

melampaui; melebihi; transendental; tidak berdasar pengalaman; melampaui batas kemampuan manusia; tidak jelas; samar

transmitted

wariskan

treatise

disertasi

Truth of the Noble Ones

Kebenaran para Arya?

truthfulness

sacca

Truths of the Noble Ones

Kebenaran para Yang Arya
P ariya-sacca, Skt ārya-satya
empat kebenaran/realitas utama yang diketahui oleh seorang ariya (>orang suci) (orang yang telah terbebaskan secara penuh atau sebagian): i) >dukkha, ii) kondisi utama kemunculannya, yaitu >haus-damba, iii) lenyapnya, dari berakhirnya haus-damba, iv) jalan menuju lenyapnya, >jalan arya berunsur delapan. Ariya-sacca biasanya lebih diterjemahkan sebagai ‘Kebenaran Arya’, tapi ini lebih diterapkan kepada ajaran-ajaran tentang empat ariya-sacca (lihat *Th.149–55).

Tsongkhapa (1357–1419)

Tsongkhapa (1357–1419)
Tsongkhapa (1357–1419)
pendiri aliran >Gelukpa Tibet (lihat *PV.5 dan *V.40).