Glossary

Glossary

Glossary

All | # A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

There are currently 8 names in this directory beginning with the letter K.
karma

karma
karma (Skt, P kamma)
secara literal ‘perbuatan’, namun di agama Buddha, secara lebih khusus, perbuatan yang berniat >kehendak, dan dibalik sebuah perbuatan, yang dipandang sebagai sebab dari hasil yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, berdasarkan apakah perbuatan itu secara etis baik atau buruk (*Th.64–72). Perbuatan baik dikatakan sebagai >bajik dan yang buruk >tidak bajik.

karuna

compassion
welas asih
4 brahma-vihara

khanti

patience; forbearance
10 parami

kilesa

3 defilement
kekotoran mental
(1) lobha (passion), (2) dosa (aversion), and (3) avijja (ignorance) or moha (delusion)

knowledge

nanasampayutta
pengetahuan

Kagyupa (bKa’ brgyud pa)

Kagyupa (bKa’ brgyud pa)
Kagyupa (bKa’ brgyud pa)
aliran agama Buddha Tibet (lihat *PV.5). ‘Aliran Garis Silsilah Instruksi’ ini didirikan oleh Marpa (1012–97), seorang perumah-tangga yang telah belajar dengan para guru tantra di India dan menerjemahkan banyak teks. Ia menekankan sebuah sistem yoga yang kompleks dan instruksi-instruksi rahasia yang di transmisi dari guru ke murid. Murid utamanya adalah sang penyair-petapa-suci >Milarepa, yang merupakan guru >Gampopa.

kámacchanda

sensuous desire; sensual desire
bagian dari nivarana (5 rintangan mental untuk konsentrasi)

karmic benefit

keuntungan karma
P puñña, Skt puṇya
kekuatan alami menguntungkan dari perbuatan baik untuk memurnikan pikiran dan membawa buah karma bermanfaat (*Th.105–07). Dipakai juga untuk buah-buah karma demikian. Keuntungan karma dapat dibagikan kepada yang lain dengan cara membantu mereka secara mental berpartisipasi dalam perbuatan baik yang dilakukan atas nama mereka (*Th.109 dan *M.35–38). Istilah puñña/puṇya juga dipakai untuk ‘karma baik’, yaitu sebuah perbuatan yang secara karma bermanfaat/menguntungkan yang secara alami menghasilkan hasil karma baik pada masa yang akan datang. Pada masa lampau, puñña/puṇya secara umum telah diterjemahkan sebagai ‘pahala’ dan ‘perbuatan berpahala’, tapi ini memiliki konotasi ‘yang patut diberikan pahala’ oleh makhluk tertentu (contohnya Tuhan), sedangkan di agama Buddha ia dipandang secara alami akan menuntun ke hasil yang baik.