Glossary

Glossary

Glossary

All | # A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

There are currently 771 names in this directory
(penetrative) insight

vipassana, vipashyana
wipassana, pandangan terang, pandangan cerah, penembusan, pencerahan

"taint; canker; Mental Intoxication;"

ásava

4 sublime abodes; 4 divine abodes

brahma-vihára

5 hindrance [to concentration]; obstruct [mental vision]; obstacle [to mind]

nivarana
rintangan-mental; rintangan-konsentrasi

act

tindakan

and

dan; juga; serta; maupun

abide

permanen

admit

mengakui; menampung; mengijinkan masuk

alert

waspada

ásava

“canker; taint; Mental Intoxication;”
floods (ogha); yokes (yoga)

awake

terjaga dari keterlelapan

avijja

ignorance
ketidak-tahuan
avijja; moha

abandon

melepaskan; meninggalkan

aimless

tanpa-niatan

all one

sama saja

arahant

arahat
P arahant; Skt arhant
di agama Buddha awal dan mazhab Theravāda, orang terbebaskan sepenuhnya yang telah mencapai >nirvana pada masa kehidupan mereka (lihat *PK.3, *Th.7, 9, 188, 205, 211). Di mazhab Mahāyāna, orang yang telah tinggi pencapaian spiritualnya, tetapi masih harus berlanjut untuk mencapai tujuan tertinggi: keterjagaan sempurna Buddha (lihat *PM.2 dan 3 dan *M.49, 66, 129, 152). Seorang >Buddha (yang telah terjaga sempurna) juga adalah seorang Arahat, tapi memiliki pengetahuan yang lebih hebat daripada para arahat lainnya.

avarice

macchariya

abstruse

sulit dimengerti

abyākata

indeterminate; undeclared; unexplained
indeterminasi; ‘tidak bisa ditentukan’

adequate

kecukupan; kelengkapan

approach

pintu; pendekatan; dilihat dari sudut pandang; memandang

aversion

patigha
antipati (sankhara)

awakened

telah terjaga sempurna

abbhokāsa

open air

abhijjhá

covetousness
iri hati
lobha; rága; tanhá; abhijjhá

affection

kepedulian

attention

perhatian
P & Skt manasikāra
Perhatian yang bersifat ayoniso adalah tidak bijak, tidak berhati-hati, dan hanya berfokus kepada penampilan luar saja sehingga kotoran batin terstimulasi. Perhatian yang bersifat yoniso adalah bijak, berhati-hati, dan menyelidik, mengetahui fitur/sifat hal-hal yang tidak akan menimbulkan kotoran batin (lihat *Th.130).

available

hadir; tersedia

avikkhepa

undistractedness (of mind)
avikkhepa; ekaggatā; samádhi; samatha

awakening

keterjagaan sempurna

awareness

kewaspadaan

abhidhamma (P; Skt abhidharma)

abhidhamma (P; Skt abhidharma)
abhidhamma (P; Skt abhidharma)
bagian ketiga dari Kanon Buddhis awal, tentang ajaran-ajaran yang disistematisasi, psikologi, filosofi (lihat catatan di *PTh.2 dan 3 dan *V.81 tentang ‘fenomena’).

absorption

jhāna
jhana – diserap tanpa tanda diakritik
absorpsi; keadaan batin yang terserap
kekhusyukan meditatif

accompany; accompanied

sahagata
disertai; diiringi

accomplishments

pencapaian
Skt siddhi
ini bisa berupa kekuatan-kekuatan duniawi >supra-normal, mirip dengan yang telah dicantumkan di teks-teks Theravāda (lihat *K.35 dan *Th.69 dan 131), atau sifat-dasar supra-duniawi, sebagai keterjagaan sempurna.

accomplish; attain; achieve

mencapai hasil; selesai

acknowledge

menangkap (realitas); memahami (maksud sebuah kalimat)

acquisition

akuisisi
P & Skt upadhi
fondasi, basis, landasan, atau dasar kelahiran berulang. Ia merujuk ke kepemilikan, akuisisi, dan kemelekatan terhadap ini semua, yang menuntun ke penderitaan.

act with immediate bad karmic consequences

bertindak dengan konsekuensi karma buruk seketika (P kamma ānanatarika, Skt karma ānantarya)
salah satu dari lima tindakan kejam yang menentukan kelahiran berulang seseorang yang pasti terlahir di neraka: menyebabkan seorang Buddha berdarah, membunuh seorang Arahat, menyebabkan perpecahan Sanggha, membunuh ibu sendiri, atau membunuh ayah sendiri. (Yang pertama melibatkan melukai, bukan membunuh, seorang Buddha, karena dianggap mustahil untuk membunuh seorang Buddha.)

acute; acuteness

pedih; kritis; sangat penting; ketajaman; ketelitian

adhitthána (1a, 1b, 2)

determination (1a); resolution (1b); foundation (2)
tekad (1a); keteguhan hati (1b); fondasi (2)
10 parami (1a, 1b); 4 foundations of an Arahat’s mentality: wisdom (paññá), truthfulness (sacca), liberality (cága), peace (upasama).

advert; adverting

meminta perhatian; menunjuk ke sesuatu

affliction

sebab-penderitaan

āgama (Skt)

āgama (Skt)
āgama (Skt)
sebuah kumpulan sutra-sūtra non-Mahāyāna (lihat > sutta) dalam bahasa Sanskrit, atau diterjemahkan dari bahasa Sanskrit, yang sesuai (paralel) dengan yang bahasa Pāli >nikāyas (lihat *PTh.3, *MI.5).

Amitābha (Skt)

Amitābha (Skt)
Amitābha (Skt)
‘Infinite Light’, mungkin Buddha kahyangan yang paling penting dalam agama Buddha Mahāyāna (lihat *M.158, 114).

annihilation (pelenyapan); quench (pemadaman)

nirodha
pelenyapan; pemadaman

anupubbi-katha

gradual instruction
Buddha’s method of teaching Dhamma that guides his listeners progressively through increasingly advanced topics: generosity (see dana), virtue (see sila), heavens, drawbacks, renunciation, and the four noble truths.

apparition

bhūtadassana; amanussa

appearance

penampakan

application

konsentrasi; devosi; atensi; single-minded

appropriate

mengena; pas; tepat; persis; cocok; memadai

arahant , arhant

Arahat

Asaṅga (310–90?)

Asaṅga (310–90?)
Asaṅga (310–90?)
pendiri, bersama saudara-tiri >Vasubandhu, aliran >Yogācāra Mahāyāna. Ia dikatakan telah mendapat terinspirasi oleh bodhisattva >Maitreya untuk menulis teks, misalnya Mahāyāna-sūtrālaṃkāra (‘Ornament of Mahāyāna Sūtras’), yang mencakup sebuah sistematisasi gagasan-gagasan Mahāyāna tentang sifat-dasar dari seorang Buddha (lihat *PM.5).

Asoka (P; Skt Aśoka)

Asoka (P; Skt Aśoka)
Asoka (P; Skt Aśoka)
Kaisar Buddhis India (268–39 SM), yang telah membantu penyebaran agama Buddha secara cepat (lihat *PG.1 dan catatan di *Th.15).

aspiration

aspirasi

assemblage; assemble

kumpul; rakit; tumpuk; pasang

associate (lawan dari dissociate)

terkait; bergaul; diasosiasikan

Atiśa (982–1054)

Atiśa (982–1054)
Atiśa (982–1054)
yang telah merintis kebangkitan kembali agama Buddha di Tibet, dan penulis Bodhi-patha-pradīpa, ‘The Lamp for the Path to Awakening’ (lihat *PV.7 dan *V.10).

attachment

kemelekatan

attachment; clinging; grasping

upadana
keterikatan; melekat; menggenggam erat

Avalokiteśvara (Skt)

Avalokiteśvara (Skt)
Avalokiteśvara (Skt)
‘Ia yang Melihat (dengan belas kasih)’: mungkin >bodhisattwa yang paling penting dalam agama Buddha Mahāyāna. Secara khusus mewujudkan >belas kasih. Dikenal dengan nama Guanyin di Tiongkok. (lihat *M.55).

awakened one

yang telah terjaga sempurna

awakening-mind

pikiran keterjagaan sempurna
Skt bodhi-citta
di Mahāyāna dan Vajrayāna, aspirasi yang mendalam dan penuh belas kasih untuk mengambil jalan >bodhisattwa yang panjang untuk menjadi seorang >Buddha (yang terjaga sempurna), dan senantiasa mengingat tujuan ini dalam batin melalui perbuatan belas kasih, dengan bodhi-citta ‘tertinggi’ sebagai pikiran keterjagaan sempurna itu sendiri. (lihat *M.71–6 dan *V.10, 33–9).

awakening/enlightenment

keterjagaan sempurna/pencerahan sempurna
P & Skt bodhi
keterjagaan dari ketiduran dalam hidup yang diliputi oleh >kotoran batin, dan terjaga sempurna terhadap sifat-dasar sejati realitas melalui pemahaman terhadap sifat-dasar realitas yang begitu mendalam sehingga kekeliruan moral dan spiritual dihancurkan, dengan demikian seseorang menjadi >Arahat, >Buddha-Soliter atau >Buddha (yang terjaga sempurna). Ia yang telah ‘terjaga sempurna’ dalam arti ini bukanlah seseorang yang telah mengalami keterjagaan awal terhadap kualitas baru atau pengalaman, yang belum sempurna, melainkan seseorang dengan suatu pencapaian yang pembebasan yang pasti.

aware; clarity of consciousness; clear comprehension; alertness; self-awareness; presence of mind; clear comprehension

sampajañña
mawas

aware; concentration

sampajjanna; samadhi
mawas-pikiran; konsentrasi

be

hidup; hadir; eksis (ada); menjadi-sesuatu

but

namun; tetapi

bare

mentah

being

kehidupan; makhluk; eksistensi (keberadaan)

belief

kepercayaan

bright

terang; gembira

brahmin

brahmana, brahmin
P & Skt brāhmaṇa
pendeta Hindu, anggota tertinggi dari empat >kelas sosial dalam sistem Hindu (lihat *PK.2 dan *Th.44). Istilah ini juga digunakan secara kiasan dalam agama Buddha: ‘brahmana sejati’ adalah >Arahat.

becoming

bhava
proses-menjadi

beautiful

sobhana
indah

bhikkhu , bhiksu

biksu

bhūtadassana; amanussa

apparition

birth-and-death

kelahiran-dan-kematian
lihat >saṃsāra.

Blessed One

Begawan, juga diterjemahkan sebagai ‘Yang Mahamulia’
P & Skt Bhagavā
sebuah istilah nama untuk Buddha (lihat *PK.4, *K.1, 22, *Th.1 dan *M.1). Padanan kata bahasa Tionghoa berarti ‘Yang Terhormat di Dunia’.

blossom; spring; flower

puppha; kusuma; kusumita

bodhi-citta

bodhi-citta
bodhi-citta
lihat > pikiran keterjagaan sempurna awakening-mind.

bodhi-pakkhiya

requisites of enlightenment
komponen-komponen pencerahan

Bodhidharma

Bodhidharma
Bodhidharma
abad ke-5–6 M, pendiri legendaris agama Buddha >Chan/Zen di Tiongkok.

bodhisatta , bodhisattva

Bodhisattwa

bodhisattva

bodhisattwa
Skt bodhisattva; P bodhisatta
makhluk-menuju-keterjagaan sempurna: seseorang yang berdedikasi penuh untuk menjadi >Buddha (yang terjaga sempurna). >Gotama dipandang telah menjadi bodhisattwa selama banyak kehidupan sebelum menjadi Buddha, dan dalam kehidupan terakhirnya Ia terus menjadi bodhisattwa hingga berusia 35 tahun. Di Mahāyāna, sebuah jalan bodhisattwa yang panjang diuraikan, dengan para bodhisattwa tingkat tinggi, misalnya >Avalokiteśvara, mirip dengan makhluk-penolong kahyangan. (Lihat *PG.8, *PK.7, *PTh.2 dan bagian akhir *PTh.6, *PM.2 dan 3, *K.1, 2, *Th.6 dan bagian awal sebelum itu, dan *M.64–67).

body; physical phenomenon; sense datum; corporeality

rúpa

Brahmā (P & Skt)

Brahmā (P & Skt)
Brahmā (P & Skt)
seorang dewa, pada zaman kehidupan Buddha, yang para brahmana anggap telah menciptakan dunia (lihat bagian awal *Th.169). Dalam agama Buddha, dikatakan bahwa ada beberapa Brahmā di alam semesta. Mereka dipandang sebagai para dewa yang penuh cinta kasih dan belas kasih, di alam dewa yang khusus, tapi tidak dipandang sebagai yang telah menciptakan dunia (lihat *PK.5 dan 7, *PTh.6, dan catatan *K.1).

brahma-vihára

4 sublime abodes; 4 divine abodes
metta (goodwill), karuna (compassion), mudita (appreciative joy), and upekkha (equanimity)

brightly shining mind

pikiran bercahaya cemerlang
P pabhassara citta, Skt prabhāsvara citta
sifat-dasar pikiran yang bercahaya terang, biasanya tertutup oleh >kotoran batin (lihat *Th.124), dan pada saat terbuka, suatu dasar yang ideal untuk mencapai >keterjagaan sempurna. Di Mahāyāna, sama dengan >sifat dasar Buddha.

Buddha (P & Skt)

Buddha (P & Skt)
Buddha (P & Skt)
‘Yang Terjaga Sempurna’ atau ‘Yang Tercerahkan Sempurna’. Sebuah istilah yang biasanya dipakai hanya untuk seorang sammā sambuddha (P)/samyak-sambuddha (Skt), seorang ‘Buddha yang terjaga sempurna’ misalnya >Gotama. Istilah buddha (tanpa huruf kapital) bisa juga diterapkan kepada arahat. Seorang Buddha yang terjaga sempurna adalah makhluk yang telah mencapai >keterjagaan/pencerahan (P & Skt bodhi) sifat-dasar fundamental realitas, dan telah mengakhiri semua kotoran batin moral dan spiritual (lihat *PG.5, *PK.3). Dipandang telah mencapai ini melalui usaha keras mereka sendiri, setelah melewati jalan perkembangan spiritual dalam banyak kehidupan sebagai seorang >bodhisattwa. Ia mengajarkan >Dhamma secara ekstensif dan mendirikan sebuah agama berdasarkan ajaran ini. Semua aliran agama Buddha menerima bahwa ada sejumlah Buddha yang terjaga sempurna muncul di bumi dari kalpa ke kalpa. Mahāyāna juga menerima ada para Buddha yang sedang eksis di bagian lain dari alam semesta.

Buddha-field

kawasan Buddha

Buddha-nature

Sifat-dasar Buddha
Ch Fo-xing, Skt Buddhatā?
dipandang baik sebagai potensi untuk, atau aktualitas terselubung dari, kebuddhaan dalam semua makhluk. Sama dengan >Tathāgata-garbha, dan dalam karya ini digunakan sebagai terjemahan bebas istilah ini.

Buddhaghosa (P)

Buddhaghosa (P)
Buddhaghosa (P)
komentator terkenal tentang teks mazhab Theravāda, dan penulis manual meditasi dan doktrin yang berpengaruh, Visuddhimagga, ‘Jalan Purifikasi’ (lihat *Th.I.4, *Th.91, 134). Aktif pada abad ke-5 M di Sri Lanka.

can

dapat; bisa; mampu

cut

pangkas; bukan gunting

care

kepedulian; perhatian

Chan

Chan (Ch)
Chan (Ch)
sebuah aliran agama Buddha Tionghoa yang menekankan meditasi dan disiplin (lihat *M.124–28). Dikenal di Jepang sebagai Zen, Thien di Vietnam dan Seon di Korea.

canon

kitab suci

cycle

siklus

cetaná

volition
kehendak bebas; pilihan sadar untuk melakukan sesuatu
7 mental factors (cetasika) konkomitan dengan semua consciousness: sensorial or mental impression (phassa), feeling (vedaná), perception (saññá), volition (cetaná), concentration (samádhi), vitality (jívita), advertence (manasikára).

chanda

intention, ‘a wish to do’ (netral); desire (negatif); will (positif)
niatan, keinginan (netral); hasrat, nafsu (negatif); kehendak, kemauan (positif)

circle

lingkungan; komunitas

careful

teliti; seksama

channel

salurkan

cherish

menghargai

conceit

mana
angkuh; sombong

concoct

ilusi; diciptakan; mengada-ada

contain

bermuatan, mengandung, berisikan

contend

menganggap; bersikeras; bertengkar; berjuang; bertanding

craving

haus-damba
P taṇhā, Skt tṛṣṇā
nafsu-dambaan yang menuntut, dipandang sebagai kondisi utama munculnya > dukkha dan keberlanjutan >saṃsāra, oleh karena itu menjadi yang kedua dari >Kebenaran para yang Arya (lihat *K.6, 16, 27, bagian awal sebelum *Th.156, *Th.18, 55, 132, 158, 164, 177, *V.74). Hanya beberapa bentuk nafsu-dambaan yang dipandang sebagai ‘haus-damba’, dan dianggap berbahaya. Chanda, ‘keinginan untuk melakukan’, contohnya, memiliki bentuk bajik yang merupakan bagian dari jalan Buddhis.

cetasika

mental concomitants (1); mental factors (2)
konkomitan-konkomitan mental (1); faktor-faktor mental (2)

chanting

melafalkan

clansmen

putra suku?

clinging

kemelekatan

comprise

membentuk; terdiri dari (com. of)

cupidity

ketamakan

celestial

surgawi
selestial

cessation

penghentian? Lenyapnya? Padamnya?

connected

terhubung; terkoneksi

cultivate

menumbuhkan (metafora tanaman)

Cakkavatti

Cakkavatti
Cakkavatti
lihat >Raja Pemutar-roda (Wheel-turning monarch).

Cakrasaṃvara

Cakrasaṃvara
Cakrasaṃvara
seorang dewa Tantrik.

calm abiding

Ketenangan diam
lihat >samatha

categories of existence

kategori eksistensi
P khandha, Skt skandha
lima kelompok proses yang membentuk seseorang (lihat *Th.151, 177–78): >wujud materi, >perasaan, >persepsi, >perbuatan berkehendak, dan >kesadaran. Dikenal juga sebagai lima upādāna-khandhas: lima ‘kategori eksistensi yang dicengkeram’, yaitu proses mental dan fisik melekat sebagai ‘aku’.

citta; viññana

consciousness; cognizance

Cittamātra

Cittamātra (Skt)
Cittamātra (Skt)
lihat >Yogācāra.

classes, four

kelas, empat
P vaṇṇa, Skt varna
masyarakat India, dipandang oleh umat Hindu sebagai ditakdirkan, tapi oleh Buddhis hanya sebagai konvensi social: pendeta >brahmana (P brahmin & Skt brāhmaṇa), pemimpin-pejuang (P khattiya, Skt kṣatriya), pedagang (P vessa, Skt vaiśya) dan buruh (P sudda, Skt śūdra).

clearly comprehending

pemahaman jernih

collectedness

hening; pemusatan perhatian

compassion

belas kasih
P & Skt karuṇā
salah satu dari >kualitas tanpa batas, dan motivasi akar dari jalan >bodhisattwa (lihat *Th.136, *M.152 dan *V.23, 67).

concentration (of mind)

samádhi (m.); cetosamatha (concentration of mind)
konsentrasi

conception

penghamilan

concomitant

konkomitan; faktor-faktor yang muncul dan lenyap bersama; faktor-faktor batin yang muncul dan lenyap bersama kesadaran

concrete task

kicca
tugas konkrit; fungsi

confidence

rasa percaya diri

conscience

nurani

consciousness; cognizance

citta; viññana

consciousness

kesadaran
P viññāṇa, Skt vijñāna
kewaspadaan dasar terhadap kehadiran objek-indra, dan pembedaannya menjadi bagian atau aspek, yang dikenali oleh >persepsi. Salah satu dari lima >kategori eksistensi.

constituent; constitute

konstituen; unsur pokok; elemen pokok; menyusun

contemplation

menyelidiki dengan pikiran

contention

perdebatan

continuation

kontinuasi; kelanjutan

continuity of processes

sandhana
kontinuitas proses-proses

conventional truth

sammuti-sacca
kebenaran konvensional

conventional language

vohàravacana
bahasa konvensional

conviction

keyakinan teguh

coolness (adem tentram); stillness

nibbana
keheningan; ketenangan

correspond

berpasangan dengan; sesuai; selaras; cocok; setimbang

counterpart

pasangan; tandingan

covetousness

abhijjhá
iri hati

dana

generosity
10 qualities of bodhisatta: generosity (dana), virtue (sila), renunciation (nekkhamma), discernment (pañña), energy/persistence (viriya), patience/forbearance (khanti), truthfulness (sacca), determination (adhitthana), good will (metta), and equanimity (upekkha).

deity

dewa?

deva

deva
deva
lihat >dewa.

desire

nafsu-dambaan

device

alat

devise

pikir; rancang; hibah

devoid

tanpa; kosong

Dhamma

Dhamma (P; Skt Dharma)
Dhamma (P; Skt Dharma)
ajaran Buddha, jalan dalam agama Buddha dan pengalaman yang dicapai dengan mempraktikan jalan tersebut, yang berpuncak pada >Nirwana. Juga hukum alam keteraturan dunia (lihat *PG.6,*K.19, *Th.12–13, *M.14–16).

dispel

menghalau

divine

kahyangan

domain

ranah; daerah kekuasaan; bidang pengetahuan, pengaruh

delight

kegembiraan

delimit

membuat batas; membatasi

despite

meskipun

dhamma.

dhamma (P; Skt dharma)
dhamma (P; Skt dharma)
sebuah fenomena, sebuah kondisi pikiran, atau ‘proses dasar’ mental atau fisik apa saja atau ‘pola-realitas’ dalam bentuk serangkaian dhamma-dhamma (lihat bagian mendekati akhir dari *Th.138). Dipakai juga sebagai istilah untuk objek indra-pikiran (yaitu pemikiran, memori atau imajinasi), baik yang nyata atau bukan. (Lihat *PTh.2, bagian awal sebelum *Th.12, *Th.4, 138, 165, 179, dan catatan pada *V.75 dan 76).

dhāraṇī

dhāraṇī (Skt)
dhāraṇī (Skt)
formula atau bacaan berkekuatan, mirip dengan >mantra.

diverse

beraneka; bermacam; berbeda-beda

delusion

moha
delusi

delution

kegelapan batin

demi-god

setengah-dewa
asura
P & Skt asura
sebuah kelompok makhluk iri hati yang menentang >dewa-dewa. Kata ini juga merujuk ke salah satu dari empat jenis makhluk sengsara yang mana seseorang yang berbuat kejahatan terlahir kembali (yang lainnya adalah makhluk neraka, hewan dan hantu).

destruct

menghancurkan; merusak

disciple

siswa
P sāvaka, Skt śrāvaka
secara tipikal mengacu ke ‘siswa Arya’, yaitu seorang >arahat atau seseorang yang telah melakukan terobosan spiritual pertama yang pasti akan menuntunnya ke tingkat arahat dalam jumlah kehidupan yang tertentu: seorang >pemasuk arus, >yang kembali sekali atau >yang tidak kembali (lihat bagian awal dari *Th.6. dan *Th.199). Di Mahāyāna, dipandang sebagai inferior dari seorang >bodhisattwa, seseorang yang ingin mencapai tujuan tertinggi, kebuddhaan (lihat *M.64–6).

dispense

membagikan; meniadakan; memancarkan

division

pengelompokan

deathless

ketidakmatian? Tiada mati?

discourse

sutta
ceramah
wacana

dissolute

mati, hancur

Dalai Lama

Dalai Lama
Dalai Lama
mantan pemimpin Tibet yang saat ini hidup dalam pengasingan di India. Pemimpin utama dari aliran Gelukpa agama Buddha Tibet, salah satu dari empat dalam tradisi tersebut. Dalai Lama sekarang adalah yang keempat belas di garis silsilah Dalai Lama, yang masing-masing dipandang sebagai reinkarnasi dari Dalai Lama sebelumnya, dan juga sebagai manifestasi ulang bodhisattwa belas kasih >Avalokiteśvara.

defilement

kilesa
kekotoran mental
kotoran batin

defilements

kotoran batin
P kilesa, Skt kleśa
kekeliruan mental, misalnya keserakahan, kebencian dan delusi (kegelapan batin), yang mengakibatkan perbuatan buruk oleh tubuh, ucapan dan pikiran, serta akibat-akibat karmanya. Berakhirnya kotoran batin membawa >keterjagaan sempurna. Kadang diterjemahkan sebagai ‘penderitaan’.

deject; dejection

membuat sedih; mengecewakan; kemurungan; kekecewaan; kesedihan

dependent arising

kemunculan bergantungan
P paṭicca-samuppāda, Skt pratītya-samutpāda
prinsip umum bahwa segala sesuatu (kecuali Nirwana, berdasarkan Theravāda) hanya dapat muncul atau eksis karena hal-hal lain yang mana ia tergantung pada. Juga, dua belas rantai nidānas (tautan kausal) yang berpuncak pada >dukkha (lihat *Th.156–68, *M.130–31 dan *V.61, 74).

designation; designate

menunjuk; menetapkan; penunjukan; penetapan; julukan

determination (1a); resolution (1b); foundation (2)

adhitthána (1a, 1b, 2)
tekad (1a); keteguhan hati (1b); fondasi (2)

Dhamma-wheel/Dharma-wheel

Roda Dhamma/Dharma
sebuah simbol untuk ajaran Buddha dan sang jalan (lihat bagian akhir dari *K.27).

Dharma-body

Tubuh-Dharma
Skt Dharma-kāya
sifat-dasar semua Buddha dan sifat-dasar tertinggi realitas; salah satu dari >Tiga ‘tubuh’ Buddha.

disciple-buddha

Buddha-Pendengar

disenchanment

kekecewaan

dispassion

kebosanan

disperse; dispersion

berantakan (pikiran)

disquition

diskuisisi (ceramah panjang)

distinction

perbedaan; ciri berbeda; ciri-ciri; penghargaan; pasti berbeda, tanpa ragu (distinctly)

disturbed mind; disturbance; agitate; turmoil; distract

pergolakan batin; kacau; bingung; gelisah; hasut; tidak tenang

doubt; skeptical doubt; uncertainty

vicikicchá
keragu-raguan

dukkha (P; Skt duḥkha)

dukkha (P; Skt duḥkha)
dukkha (P; Skt duḥkha)
secara luas, ‘penderitaan’, tapi, sebagai kata benda: dalam makna yang paling sempit, sakit fisik, tapi juga sakit mental (penderitaan, ketidakbahagiaan), dan yang menimbulkan perasaan demikian – ‘yang menyakitkan’ (lihat *K.27, *Th.150) – yang pertama dari empat >Kebenaran para Yang Arya; sebagai kata sifat, berarti ‘menyakitkan’, ‘sakit’, bermasalah, ketidakpuasan, terbatas dan tidak sempurna, dan diterapkan untuk semuanya selain >Nirwana (lihat *Th.152 dan *V.18–22).

Dzogchen (Tib rDzogs chen; ‘Great Completion/Perfection’) or Ati-yoga):

Dzogchen (Tib rDzogs chen; ‘Penyelesaian/Kesempurnaan Agung’ atau Ati-yoga)
Dzogchen (Tib rDzogs chen; Ati-yoga)
sebuah bentuk praktik dan pemikiran berhubungan yang disukai khususnya oleh aliran >Nyingmapa agama Buddha Tibet (lihat *V.27 dan 70). Meskipun ini penting dalam aliran Nyingmapa, ia juga dipraktikkan oleh para penganut aliran-aliran agama Buddha Tibet lainnya. Berdasarkan literatur Dzogchen, Dzogchen adalah jalan paling tinggi dan pasti menuju keterjagaan sempurna.

eon

kalpa
P kappa, Skt kalpa
suatu jangka waktu kosmis yang lama (lihat *Th.63).

envy

issa

evil

papa
buruk; jahat

elder

sepuh atau tetua?

empty

suwung
P suñña, Skt śunya
di Theravāda, suwung dari >Diri yang dianggap permanen atau apa yang berkaitan/dimiliki oleh hal demikian. Di Mahāyāna dan Vajrāyāna, secara tipikal berarti suwung dari >sifat-dasar inheren/eksistensi inheren (terpisah). Lihat juga >tanpa-Diri.

endow

hadiah; sumbangan; karunia bakat

embody

mewakili; mewujudkan

enjoy

menikmati

element

elemen; unsur

embrace

memeluk; merangkul; mencakup

elements

elemen/unsur
P & Skt dhātu
empat elemen/unsur (biasanya disebut mahā-bhūtas, ‘pokok agung’) adalah tanah/soliditas, air/kohesi, api/temperatur, dan udara/angin/gerakan: bahan-bahan dasar dari hal-hal fisik. Enam elemen adalah semua itu ditambah ruang dan >kesadaran. Delapan belas eleman adalah lima indra fisik, lima kemampuan mental (pandang sebagai suatu indra), objek-objek yang bersangkutan, dan jenis >kesadaran yang bersangkutan, dua belas yang pertama adalah >basis-indra.

engage

berpartisipasi; partisipatif; berperan aktif; berpartisipasi aktif

elucidate

menjelaskan; menguraikan

emptiness

suwung
P suññatā, Skt śūnyatā
di Theravāda, sebuah istilah untuk >Nirwana, khususnya dalam aspek sebagai >tanpa-Diri dan melampaui konsep. Di Mahāyāna, biasanya merujuk ke kualitas dari segala sesuatu sebagai suwung dari suatu >sifat-dasar inheren/eksistensi terpisah (lihat *M.137–41 dan *V.76), tapi juga dipakai untuk menyatakan yang suwung dari diskriminasi subjek-objek (lihat *M.143), dan sifat-dasar Buddha sebagai suwung dari kotoran batin (lihat *M.144) atau sebagai suwung dari sebuah sifat-dasar yang tetap (lihat *M.150).

encounter

mengenal; bertemu; berhadapan dengan

endeavour

usaha keras

enumerate

katalog

exhibit

memperagakan

expound

menjelaskan; menerangkan secara terinci

Eastern Buddhism

Agama Buddha Timur
bentuk agama Buddha Mahāyāna yang dipengaruhi oleh budaya Tionghoa, yaitu agama Buddha di sebagian besar wilayah Tiongkok, Taiwan, Korea, Vietnam, Singapura dan sebagian daerah Malaysia.

ekaggatā (f.); ekodibhāva (m.); cittekaggatá

one pointedness (of mind)
mental yang terpusat
avikkhepa; ekaggatā; samádhi; samatha
one of the mental factors in wholesome consciousness

Emanation-body

Tubuh-Emanasi
Skt Nirmāṇa-kāya
wujud seorang Buddha yang bermanifestasi di dunia karena >Tubuh-Kegembiraan Buddha. Salah satu dari >Tiga Tubuh Buddha.

emancipation; freedom; deliverance; release [from the fabrications and conventions of the mind]

vimutti
pembebasan

empathetic joy

sukacita berempati
P & Skt muditā
kebahagiaan melihat kesuksesan atau kebahagiaan makhluk lain; salah satu dari empat >kualitas tanpa batas.

empowerment

penguatan
Skt abhiṣeka
di agama Buddha Vajrayāna, inisiasi seorang praktisi, oleh seorang >guru, ke dalam jenis praktik tertentu, dan teks esoterik yang berkaitan dengan ini.

empty; void

sunnata kekosongan; suwung; tanpa

end; ending

penghujung

energy; persistence

viriya

Enjoyment-body

Tubuh-Kegembiraan
Skt Saṃbhoga-kāya
seorang Buddha kahyangan sebagaimana dipandang oleh para bodhisattwa tingkat tinggi. Salah satu dari >Tiga tubuh Buddha.

enlightened

telah tercerahkan sempurna

enlightened one

yang telah tercerahkan sempurna

enlightenment

pencerahan
lihat >keterjagaan sempurna

entanglement

jebakan; jaring [terkadang diciptakan oleh guru Zen untuk membantu siswa melihat ke dalam sifat sejati mereka)

enumerate

menyebutkan satu per satu
katalog

equanimity

ketenangseimbangan
P upekkhā, Skt upekṣā
suatu sikap pikiran-merata, tidak-berpihak terhadap diri dan orang lain, dan ketenangan di dalam kehidupan diri sendiri maupun orang lain yang naik dan turun. Salah satu dari empat >kualitas tanpa batas. Istilah P dan Skt kadangkala dipakai juga untuk sekedar perasaan netral.

eradicate

memusnahkan; menghapuskan

establish

yakin; mantap; berpijak teguh (in present moment)

ethical discipline

tata susila
P sīla, Skt śīla
perbuatan tubuh yang bajik, bermoral, khususnya dalam menjalankan >sila (lihat *Th.97–8, 110–11, *M.80–87, 100–01 dan *V.45–48). Bersama dengan >konsentrasi meditatif dan >kebijaksanaan, salah satu dari tiga bagian dalam >jalan arya berunsur delapan. Salah satu dari >kesempurnaan seorang >bodhisattwa.

eventually

pada akhirnya

exaggerate

melebih-lebihkan

exaltation

pemujaan; pemuliaan

exegetic

eksegetik; tafsir

exert; exertion

menggunakan; berupaya keras; memakai

existence

eksistensi; keberadaan

existence; existent

kehidupan; jalan hidup; keberadaan; eksistensi; makhluk; menjadi ada; yang ada sekarang, yang ada, yang hidup (existent)

expanse of phenomena

hamparan fenomena
Skt dharma-dhātu
di agama Buddha Mahāyāna dan Vajrayāna, sebuah istilah untuk totalitas dari fenomena sebagaimana dilihat dan dipahami oleh seorang Buddha Sempurna.

expedient

bijaksana; layak; tepat; cocok; selaras

exposition; explanatory; explanation

penjelasan; penjelas

Expositor

Juru Penerang

form

rupa
bentuk; perwujudan; wujud

faith

keyakinan
P saddhā, Skt śraddhā
kepercayaan hati terhadap orang-orang yang telah maju secara spiritual, kualitas dan ajaran mereka, khususnya terhadap >Tiga Permata. Yang pertama dari lima >kemampuan. Menjadi semakin kuat seiring dengan efek praktik spiritual yang dialami. Bukan hanya sebuah ‘kepercayaan’ kognitif.

for

untuk; bagi; agar;

fold

ruas

friend

āvuso
āvuso; teman

faculty

indriya
indra
kemampuan?

faith

kepercayaan [terhadap ajaran]

feeling

perasaan
P & Skt vedanā
perasaan menyenangkan, tidak menyenangkan atau netral, muncul dari stimulasi terhadap salah satu dari lima indra atau pikiran. Tidak sama dengan ‘emosi’, tapi emosi apa pun akan disertai oleh vedanā. Walaupun ada yang menerjemahkannya sebagai ‘sensasi’, ini hanya mencakup vedanā yang muncul dari perasaan fisik, khususnya sentuhan. Salah satu dari lima > kategori eksistensi.

filthy

kotoran; kemorosotan moral; bahasa kasar; menjijikkan; tidak bermoral

fortune

mujur

fulfil

kepuasan; kebahagiaan; pemenuhan

function

rasa
fungsi; kinerja pada sebuah tugas konkrit (kicca) atau pencapaian tujuan akhir (sampatti)

faculties, the five

kemampuan, lima
P dan Skt indriya
>keyakinan, >semangat, >sadar-penuh, >konsentrasi meditatif, dan >kebijaksanaan. Kualitas-kualitas utama yang perlu dikembangkan di sang jalan.

fearlessness of wrongdoing (moral recklessness)

anottappa

final nirvana

Nirwana-pamungkas

five categories of existence

lima unsur kehidupan? Lima kategori eksistensi?

forerunner

pubbangama
pelopor

forgetful

keterlelapan

form, realm of

bentuk, alam
P & Skt rūpa-dhātu
alam (dhātu) bentuk (murni/halus/elemental) yang meliputi banyak surga lebih tinggi dan kondisi meditatif yang paralel. Di atasnya adalah empat alam ‘tanpa-bentuk’ (arūpa) (*Th.142): ruang tanpa batas, kesadaran tanpa batas, ketiadaan, dan bukan persepsi juga bukan non-persepsi.

Fortunate One

Yang Beruntung
P & Skt Sugata
secara literal ‘Yang Telah Pergi’, sebuah istilah kehormatan kepada >Buddha Sempurna.

foundations of mindfulness

landasan sadar-penuh
lihat >satipaṭṭhāna.

four immaterial absorptions; four formless absorptions

arupajjhanas

frequent

sering mengunjungi

fruition; fruit

pala
buah

fully enlightened one

sammasambuddha
Yang Sepenuhnya Tercerahkan

functional

kiriya; kriya
fungsional (hanya muncul untuk melaksanakan fungsinya, tanpa mempunyai kekuatan kamma); kammically indeterminate activity

god

dewa
P & Skt deva
makhluk kahyangan. Subjek kelahiran dan kematian, dan butuh pembebasan. (lihat *Th.58, 62).

goal

sampatti
tujuan akhir

grave

serius; penting; berbahaya; kuburan; gravir (pahatan)

great

mulia; besar

guide

panduan

Gampopa (Tib sGam po pa bsod nams rin chen, 1079–1153)

Gampopa (Tib sGam po pa bsod nams rin chen, 1079–1153)
Gampopa (Tib sGam po pa bsod nams rin chen, 1079–1153)
dari aliran >Kagyupa agama Buddha Tibet, dan penulis karya yang dalam bahasa Tibet judulnya berarti ‘Perhiasan Permata Pembebasan’ (‘The Jewel Ornament of Liberation’).

Gelukpa (dGe lugs pa)

Gelukpa (dGe lugs pa)
Gelukpa (dGe lugs pa)
aliran agama Buddha Tibet, didirikan oleh seorang pembawa perubahan >Tsongkhapa berdasarkan aliran Kadampa awal dan pengaturan sistem ajaran oleh>Atiśa dalam berbagai rangkaian bertingkat, dengan ajaran tantra yang dimurnikan di tingkat paling atas. Nama aliran ini berarti ‘Para pengikut sang Jalan Kebajikan’ (‘Followers of the Way of Virtue’), dan menekankan studi Madhyamaka, dan mengikuti kesusilaan dan disiplin monastik.

generation and completion stages

tahapan pembangkitan dan penyelesaian
Skt Utpatti-krama & sampanna-krama
dua tahapan visualisasi tantra dalam praktik Anuttarayoga tantra: lihat >Tantra.

generosity

dana

going forth

melangkah-maju (dari kehidupan rumah ke kehidupan tanpa rumah)

Gotama, Siddhattha (P; Skt Gautama, Siddhārtha)

Gotama, Siddhattha (P; Skt Gautama, Siddhārtha)
Gotama, Siddhattha (P; Skt Gautama, Siddhārtha)
nama Buddha historis.

gradual instruction

anupubbi-katha

great bliss

kebahagiaan agung
Skt mahā-sukha
sebuah istilah di agama Buddha Vajrāyana untuk kebahagiaan >keterjagaan sempurna.

Great Vehicle

Kendaraan Agung
lihat >Mahāyāna.

greed; passion; unskillful desire

lobha
ketamakan

guru (Skt; Tib lama)

guru (Skt; Tib lama)
guru (Skt; Tib lama)
di agama Buddha Vajrayāna, seorang guru yang sangat dipercayai sebagai perwujudan kebijaksanaan yang tercerahkan dan seorang pembimbing praktik hebat transformasi dan teks-teks Tantra esoteris mengenai praktik tersebut (*V.30–1). Mungkin seorang biksu atau biksuni juga seorang perumah-tangga.

hell

neraka
P dan Skt niraya
kelahiran ulang paling rendah dan buruk, melibatkan pengalaman yang sangat menyakitkan dalam waktu yang sangat lama, seperti sebuah mimpi buruk yang diperpanjang. Namun neraka tidak dipandang sebagai abadi. Akibat karma karena telah menyebabkan penderitaan besar terhadap makhluk lain, dan kemelekatan terhadap pandangan-pandangan yang membenarkan perbuatan-perbuatan demikian.

hatred

dosa
kebencian; kebencian yang mendalam

health

pemulihan; kesehatan

heedful

penuh hati-hati

hermit

pertapa

homage

puja; penghormatan; sumpah setia; pertunjukan kepandaian

harmful

destruktif; merusak

happy; happiness

sukha
bahagia; kebahagiaan

haughtiness

kesombongan

Hevajra (Skt)

Hevajra (Skt)
Hevajra (Skt)
dewa tantrik.

higher dhamma

abhidhamma
dhamma yang lebih tinggi

higher knowledge

pengetahuan lebih tinggi
P abhiññā, Skt abhijñā
satu dari enam jenis pemahaman langsung sebagai pengetahuan supranormal yang muncul dari pikiran yang selaras secara meditatif (lihat *Th.141): >kekuatan supranormal; mendengar suara dari jarak sangat jauh, termasuk suara para dewa; membaca-pikiran; memori tentang kehidupan masa lampau; melihat bagaimana makhluk terlahir kembali sesuai karma mereka; pengetahuan membebaskan yang membawakan >keterjagaan sempurna.

Hīnayāna (Skt) ‘Lesser Vehicle’

Hīnayāna (Skt) ‘Kendaraan Kecil’
Hīnayāna (Skt)
istilah merendahkan yang digunakan oleh para pengikut Mahāyāna untuk para anggota aliran Buddhis non-Mahāyāna; di sini, bisa berarti ‘Kendaraan Inferior’. Juga digunakan di kawasan Mahāyāna sebagai istilah untuk seorang Buddhis yang motivasinya hanya pembebasan pribadi, bukan pembebasan semua makhluk (lihat *MI.3, *VI.3, *V.13, 28).

Huayan (Ch, Jp Kegon)

Huayan (Ch, Jp Kegon)
Huayan (Ch, Jp Kegon)
sebuah aliran agama Buddha Tionghoa yang menekankan ide dunia sebagai totalitas proses saling-pengondisian yang ‘saling-terkait’ (lihat *M.148–50).

Huineng (638–713)

Huineng (638–713)
Huineng (638–713)
sesepuh keenam agama Buddha >Chan/Zen, yang kehidupan dan ajaran-ajarannya dijelaskan di Liuzu-tan jing, atau ‘Sūtra platform Sesepuh Keenam’ (lihat *M.125–27 dan*M.167).

hungry ghost

hantu kelaparan
P peta, Skt preta
salah satu jenis kelahiran kembali; sebagai akibat keserakahan yang kuat sebelumnya, didominasi oleh kelaparan dan kemelekatan yang tidak terpuaskan.

i-ing

ahamkara (I-ing)
‘penciptaan aku’; egoisme: memiliki atau menciptakan perasaan aku

idea

ide

Indra

Indra
Indra
lihat >Sakka.

imply

implikasi; mengandung maksud atau arti

identity

identitas
di kutipan *V.75 dan 76, digunakan sebagai ganti kata ‘diri’ (Skt ātman) yang lebih literal ketika digunakan dalam arti yang seharusnya esensi seseorang atau fenomena.

ill will

vyápáda
hasrat-jahat

impede

merintangi

invite

membunyikan (lonceng)

idealize

mengidealkan

ignorance

avijja
ketidak-tahuan

illness

keadaan sakit

impinge

menjatuhi; mengenai; menubruk; melanggar; mengganggu; membentur

inherit

warisan

inhibit

menghentikan; mencegah; menghalangi; menghambat; mengurungkan

intention

niatan

icchantika (Skt)

icchantika (Skt)
icchantika (Skt)
sejenis ‘pemutusan’ atau ‘dikuasai oleh nafsu-dambaan’ – sejenis orang yang hampir terputus dari sifat-dasar Buddha mereka, disebabkan oleh haus-damba yang kuat, yang sangat sulit untuk mencapai keterjagaan sempurna. (lihat *M.41 dan *V.1).

identify with

berhubungan dengan

ignorance/not-knowing

ketidaktahuan
P avijjā, Skt avidyā
bukan kurang informasi, tetapi ketidaktahuan spiritual: sejenis kebutaan terhadap atau berpaling dari pemahaman spiritual. Suatu persepsi keliru yang mendarah daging terhadap sifat-dasar realitas, khususnya empat >Kebenaran para Yang Arya (lihat *Th.128, 159).

image; mark; sign; characteristic

nimitta; lakhana; lakkhana
nimitta; Image; karakteristik; ciri; label; penanda; kualitas paling menonjol dari fenomena

immeasurable

tak-terukur; tak-terbatas

immediate

seketika; segera

impending

diambang pintu

impermanence

anicca
ketidakkekalan, kefanaan, (keselaluberubahan? ketidaktetapan?)

impregnable

tak terbantah; tak bisa disangkal; tak terhancurkan; tak tergoyahkan; mantap

in contrast

berlawanan

indecisive

ragu-ragu dalam keputusan

indeterminate; undeclared; unexplained

abyākata
indeterminasi; ‘tidak bisa ditentukan’

inducement

payoga
rangsangan; dorongan; bujukan; penyebab

inextricable; inextricably

tak terhindarkan

infinite space

akasapannatti
ruang tanpa batas

inherent

tak-terpisahkan; sifat seseorang

inherent nature/separate existence

sifat-dasar inheren/eksistensi terpisah
Skt svabhāva
sebuah kualitas seharusnya dari sesuatu sebagai eksis secara terpisah, independen, dengan sebuah sifat-dasar yang tidak tergantung kepada apa pun yang lainnya.

initial application

vittaka
perenungan-awal; aplikasi-awal

innumerable

tak-terhitung banyaknya

insight

wawasan

instigation; instigate

hasutan; dorongan

intention, ‘a wish to do’ (netral); desire (negatif); will (positif)

chanda
niatan, keinginan (netral); hasrat, nafsu (negatif); kehendak, kemauan (positif)

inter-connected

saling-terkait; saling-terhubung

interbeing

tidak memiliki eksistensi yang terpisah; saling-menunjuk (saling-adalah) satu sama lain

intermediate state

kondisi/alam perantara (Skt antarā-bhava, Tib bardo)
Skt antarā-bhava, Tib bardo
sebuah periode waktu penyesuaian antara satu kehidupan dengan kehidupan berikutnya. ‘Tibetan Book of the Dead’ adalah sebuah nasihat tentang cara menangani banyak penglihatan yang mungkin dialami selama periode waktu ini, agar dapat mempercepat jalan menuju >keterjagaan sempurna.

intoxicating inclination

dambaan yang memabukkan
P āsava, Skt āśrava
diterjemahkan juga sebagai ‘noda’, ‘karat’ atau ‘arus keluar’: kekeliruan mental yang sangat mendarah daging, telah dihancurkan oleh >arahat. Mereka adalah dambaan terhadap kenikmatan indra, eksistensi berlanjut dalam berbagai cara, pandangan yang tetap, dan >ketidaktahuan (lihat *Th.128).

intoxicating inclinations

dambaan yang memabukkan

intrinsic

yang terkandung; pada hakekatnya

irritation; irritatate; irritant

ganggu; memedihkan; menjengkelkan

jhāna

absorption
absorpsi; keadaan batin yang terserap

jívita

vitality
7 mental factors (cetasika) konkomitan dengan semua consciousness: sensorial or mental impression (phassa), feeling (vedaná), perception (saññá), volition (cetaná), concentration (samádhi), vitality (jívita), advertence (manasikára).

Jamyang Khyentse Wangpo (Tib ’Jam dbyangs mkhyen brtse’i dbang po, 1829–1870)

Jamyang Khyentse Wangpo (Tib ’Jam dbyangs mkhyen brtse’i dbang po, 1829–1870)
Jamyang Khyentse Wangpo (Tib ’Jam dbyangs mkhyen brtse’i dbang po, 1829–1870)
seorang representatif terkemuka abad ke-19 aliran >Sakyapa Tibet.

jātaka (P & Skt)

jātaka (P & Skt)
jātaka (P & Skt)
‘kisah kelahiran’ yang bermaksud mengenai kehidupan lampau Buddha. Sebuah teks yang berhubungan dengan kisah tersebut (lihat *Th.6).

jhana factors

jhananga
faktor-faktor jhana

joy, pleasant, pleasure (somanassa, menyenangkan);unpleasant, displeasure (domanassa)

somanassa (dengan pikiran yang baik); domanassa (dengan pikiran yang tidak baik)
suka cita

karma

karma
karma (Skt, P kamma)
secara literal ‘perbuatan’, namun di agama Buddha, secara lebih khusus, perbuatan yang berniat >kehendak, dan dibalik sebuah perbuatan, yang dipandang sebagai sebab dari hasil yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, berdasarkan apakah perbuatan itu secara etis baik atau buruk (*Th.64–72). Perbuatan baik dikatakan sebagai >bajik dan yang buruk >tidak bajik.

karuna

compassion
welas asih
4 brahma-vihara

khanti

patience; forbearance
10 parami

kilesa

3 defilement
kekotoran mental
(1) lobha (passion), (2) dosa (aversion), and (3) avijja (ignorance) or moha (delusion)

knowledge

nanasampayutta
pengetahuan

Kagyupa (bKa’ brgyud pa)

Kagyupa (bKa’ brgyud pa)
Kagyupa (bKa’ brgyud pa)
aliran agama Buddha Tibet (lihat *PV.5). ‘Aliran Garis Silsilah Instruksi’ ini didirikan oleh Marpa (1012–97), seorang perumah-tangga yang telah belajar dengan para guru tantra di India dan menerjemahkan banyak teks. Ia menekankan sebuah sistem yoga yang kompleks dan instruksi-instruksi rahasia yang di transmisi dari guru ke murid. Murid utamanya adalah sang penyair-petapa-suci >Milarepa, yang merupakan guru >Gampopa.

kámacchanda

sensuous desire; sensual desire
bagian dari nivarana (5 rintangan mental untuk konsentrasi)

karmic benefit

keuntungan karma
P puñña, Skt puṇya
kekuatan alami menguntungkan dari perbuatan baik untuk memurnikan pikiran dan membawa buah karma bermanfaat (*Th.105–07). Dipakai juga untuk buah-buah karma demikian. Keuntungan karma dapat dibagikan kepada yang lain dengan cara membantu mereka secara mental berpartisipasi dalam perbuatan baik yang dilakukan atas nama mereka (*Th.109 dan *M.35–38). Istilah puñña/puṇya juga dipakai untuk ‘karma baik’, yaitu sebuah perbuatan yang secara karma bermanfaat/menguntungkan yang secara alami menghasilkan hasil karma baik pada masa yang akan datang. Pada masa lampau, puñña/puṇya secara umum telah diterjemahkan sebagai ‘pahala’ dan ‘perbuatan berpahala’, tapi ini memiliki konotasi ‘yang patut diberikan pahala’ oleh makhluk tertentu (contohnya Tuhan), sedangkan di agama Buddha ia dipandang secara alami akan menuntun ke hasil yang baik.

love

kasih

lust

nafsu-dambaan

life

kehidupan

lobha

greed; passion; unskillful desire
ketamakan
lobha; rága; tanhá; abhijjhá

luck

beruntung

lay

awam; biasa

less

kurang memiliki

link

hubungan-pergaulan

learn

menguasai (tindakan aktif termasuk fisik)

lonely

suwung; bukan berarti tidak ada siapapun di sekitar; mantap berpijak di sini dan saat ini; mawas akan apa yang terjadi di momen saat ini; menggunakan rasa eling-pikiran untuk menjadi mawas akan segala fenomena; tidak terperangkap dalam masa lalu atau terhanyut oleh masa depan, tetapi selalu berada di sini, tubuh dan pikiran bersatu, mawas akan apa yang terjadi di momen saat ini

lineage

silsilah

lama (Tib, Skt guru)

lama (Tib, Skt guru)
lama (Tib, Skt guru)
lihat >guru.

latent resting state

keadaan istirahat laten pikiran
P bhavaṅga
di Theravāda >Abhidhamma, sejenis tingkatan tanpa-sadar dari pikiran yang terjadi secara tidak terputus dalam tidur tanpa mimpi, dan secara cepat dikibaskan masuk dan keluar pada saat seseorang sedang terjaga.

Lesser Vehicle

Kendaraan Kecil
lihat >Hīnayāna.

letting go

melepaskan; pelepasan

limitless qualities (also known as divine abidings (P & Skt brahma-vihāra)

kualitas tanpa batas (juga dikenal sebagai kediaman yang luhur)
P appamāṇa, Skt apramāṇa (juga dikenal sebagai P & Skt brahma-vihāra)
emosi/sikap bajik yang jika dikembangkan sepenuhnya membongkar semua rintangan yang membatasi antara seseorang dengan makhluk lain: >cinta kasih, >belas kasih, >sukacita berempati (P & Skt muditā) dan ketenangseimbangan (P upekkhā, Skt upekṣā) (lihat *Th.114–16, 136-37, *M113, *V.65-8).

live with

hidup berdampingan bersama

logomachy

argumentasi tentang penggunaan atau makna kata

Lotus Sūtra

Lotus Sūtra
bentuk singkat dari Saddharma-puṇḍarīka Sūtra, ‘White Lotus of the Sublime Dharma Sūtra Lotus Putih Dharma Tertinggi’: teks utama Mahāyāna yang menyajikan gagasan mengenai sifat-dasar kahyangan Buddha, dan >‘upaya terampil’ yang digunakan-Nya ketika memberikan ajaran-Nya di berbagai tingkatan, misalnya tingkat >Hīnayāna dan Mahāyāna (lihat *PM.3, 5, 6, dan *M.22, 152).

loving kindness

cinta kasih
P mettā, Skt maitrī
aspirasi/harapan baik agar semua makhluk sejahtera dan bahagia; salah satu dari >kualitas tanpa batas (lihat *Th.114–16, 136–37, *M.97, 113 dan *V.16, 66).

loving-kindness; goodwill

metta

lower realms

alam rendah
tiga jenis kelahiran ulang yang lebih rendah dari alam manusia : terlahir sebagai hewan (termasuk hewan darat, burung, ikan, serangga); hantu yang kelaparan dan frustrasi, dan makhluk neraka.

lust; greed

rága

mind

nama
batin

moha

delusion
delusi
avijja; moha

monk

biksu
P bhikkhu, Skt bhikṣu
secara literal ‘orang miskin’: biarawan Buddhis (lihat *Th.189–90, 193–98, 212–19).

means

upaya
upaya; cara; metode; alat

merit

pahala
lihat >keuntungan karma.

mettá

loving-kindness; goodwill

muditá

appreciative joy; sympathetic joy; altruistic joy; taking delight in one’s own goodness and that of others
4 brahma-vihara

my-ing

mamamkara
‘penciptaan-milikku‘

mindful

berkesadaran penuh

master

guru

Madhyamaka (Skt)

Madhyamaka (Skt)
Madhyamaka (Skt)
aliran ‘Jalan Tengah’: sebuah aliran filosofis Mahāyāna yang didirikan oleh >Nāgārjuna. Berfokus pada gagasan ‘suwung’: bahwa segala sesuatu tidak memiliki eksistensi inheren atau sifat-dasar inheren (lihat *M.138).

Mādhyamika

Mādhyamika
Mādhyamika
seorang pengikut aliran yang disebutkan di atas.

mahāsiddha (Skt)

mahāsiddha (Skt)
mahāsiddha (Skt)
‘sang pencapai agung’ – seorang ahli Vajrayāna yang telah terealisasi (lihat *V.70, 85–9).

Mahāyāna (Skt)

Mahāyāna (Skt)
Mahāyāna (Skt)
‘Kendaraan Agung’. Bentuk agama Buddha yang menekankan terhadap jalan >bodhisattwa menuju kebudhaan, demi semua makhluk. Ditemukan secara umum di Tiongkok, Taiwan, Vietnam, Korea, dan Jepang, dalam bentuk >Vajrayāna Tibet, Mongolia dan Bhutan (lihat *PG.8, *PK.3, PM, PV.1, 3 dan 4).

Maitreya (Skt, P Metteyya)

Maitreya (Skt, P Metteyya)
Maitreya (Skt, P Metteyya)
‘Yang Baik Hati’, nama seorang >bodhisattwa yang akan menjadi Buddha berikut di dunia ini, dalam waktu beberapa ribu tahun. Diterima oleh kedua tradisi baik Theravāda dan Mahāyāna (lihat *PK.3, *PM.5, bagian awal sebelum *K.1, *Th.32 dan *M.131, 148, 156).

manasikára

mental advertence; attention; reflection
menarik perhatian ke arah [obyek];

manifestation

paccupatthana
manifestasi; cara menghadirkan dirinya sendiri di dalam pengalaman

manifold

beraneka ragam

Mañjuśrī (Skt)

Mañjuśrī (Skt)
Mañjuśrī (Skt)
‘Kemuliaan Manis’, seorang >bodhisattwa Mahāyāna yang penting, dipandang sebagai perwujudan kualitas kebijaksanaan (lihat *M.69, 113, 134, 136, 141, 153 dan *V.9).

mantra (Skt; P manta)

mantra (Skt; P manta)
mantra (Skt; P manta)
sebuah kata atau frase kekuatan, dipakai khususnya di agama Buddha >Vajrayāna untuk merealisasi kualitas-kualitas makhluk terjaga sempurna dalam diri seseorang (lihat *PG.8, *PV.4, *V.10, 46).

Mantra-yāna (Skt)

Mantra-yāna (Skt)
Mantra-yāna (Skt)
‘Kendaraan Kata-kata Suci/Sakti’, lihat >mantra.

Mantranaya (Skt)

Mantranaya (Skt)
Mantranaya (Skt)
‘Jalan Mantra’ – sama dengan >Mantra-yāna.

Māra (P & Skt)

Māra (P & Skt)
Māra (P & Skt)
seorang dewa penggoda jahat, dipandang sebagai perwujudan nafsu-dambaan dan kematian (lihat PK.5 dan 7, catatan di *K.1, *K.14, 35, 51, 55, 58, 61, *Th.47, 121, 216, 223, *M.1, 6, 14, 15, 17, 41, 46, 66, 67, 106, 157, 168, dan *V.49). Istilah māra dipakai juga untuk merujuk ke hal-hal “yang mematikan” atau “yang membawa maut, yakni hal apa pun yang tidak kekal dan subjek untuk kematian, dan mengacu ke sifat negatif, jahat yang ditemukan di dalam pikiran manusia, yang memadamkan potensi cemerlang untuk terjaga sempurna.

material form, (P & Skt rūpa) or the body

bentuk/wujud materi atau tubuh
P & Skt rūpa
termasuk juga aspek materi dunia. Salah satu dari lima >kategori eksistensi.

maturity

kematangan? Kedewasaan? Kesempurnaan?

means of drawing together harmoniously

cara-cara untuk berkumpul bersama secara harmonis
P saṃgaha-vatthu, Skt saṃgraha-vastu
kedermawanan (P & S dāna), ucapan cinta kasih (P peyya-vajja, Skt priya-vāditā), perilaku bermanfaat, yang menuntun seseorang dengan baik (P atha-cariyā, Skt artha-caryā), dan ketidakberpihakan (P samānattatā) atau bekerja bersama secara merata menuju sebuah tujuan bersama (Skt samānārthatā): *K.38, *Th.229, *M.25, 77 dan 157.

meditation, mental cultivation

bhavana
bhawana, meditasi, pelatihan batin, pengembangan batin

meditative absorption

kekhusyukan meditatif
jhana
P jhāna, Skt dhyāna
sebuah keadaan pencerapan meditatif mendalam, di mana pikiran sangat waspada namun tenang dan berkonsentrasi secara mendalam. Ada empat jhānas, dengan ketenangan dan kehalusan yang bertambah (lihat *K.15, *Th.140 dan *M.117).

meditative concentration

konsentrasi meditatif
semadi
P & Skt samādhi
sebuah keadaan meditatif mendalam di mana pikiran menjadi berkonsentrasi dan menyatu secara tenang dalam fokus terhadap sebuah objek kontemplasi tertentu (lihat *Th.98 dan *V.57). Sering mengacu ke >kekhusyukan meditatif.

mental advertence; attention; reflection

manasikára
menarik perhatian ke arah [obyek];

mental concomitants (1); mental factors (2)

cetasika
konkomitan-konkomitan mental (1); faktor-faktor mental (2)

mental factors

cetasika
faktor batin; meliputi thought, feeling, dan perception

mental formation; thought

sankhara; vitaka (Sutta)
formasi batin; pemikiran

merit; meritorious (terpuji)

jasa kebaikan; jasa; kebaikan & keburukan; mutu; nilai

middle way

jalan tengah
jalan arya berunsur delapan, yang menghindari ekstrem pertapaan keras dan sensualitas (lihat *K.27). Dan juga dalam makna filosofis >kemunculan bergantungan, yang berarti berikut ini adalah pandangan keliru: a) seseorang dihancurkan ketika meninggal dunia (paham penghancuran; Ing annihilationism), b) suatu diri yang kekal eksis setelah kematian (paham keabadian; Ing eternalism) (lihat *Th.168, 174, *M.58–63 dan *V.32).

Milarepa (Mi la ras pa, c. 1052–c.1135)

Milarepa (Mi la ras pa, c. 1052–c.1135)
Milarepa (Mi la ras pa, c. 1052–c.1135)
seorang yogi dan penyair Tibet yang paling terkenal (lihat *V.8, 11, 17, 23).

Milindapañha

Milindapañha
Milindapañha
lihat >Nāgasena.

mind (1); heart (2); mental phenomenon (3); mentality (4)

nama
mental (1, 2); fenomena mental (3)

mind and body

pikiran dan tubuh
P & Skt nāma-rūpa
secara literal ‘nama dan bentuk’, artinya ‘tubuh kesadaran’, atau ‘fenomena mental dan fisik’. Sebuah tautan dalam urutan >kemunculan bergantungan.

mindfulness; self-collectedness; powers of reference and retention

eling

mindfulness

sadar-penuh
P sati, Skt smṛti
kewaspadaan penuh perhatian proses mental dan fisik, dan mengingat kembali kualitas-kualitas Buddha, Dhamma/Dharma dan Sanggha serta realitas seperti kematian. Unsur utama dari meditasi. Lihat *Th.134–35, 138–40, *M.114–16, *V.79.

mindfulness of (or with) breathing

sadar-penuh terhadap (atau dengan) napas
P ānāpāna-sati
sebuah metode utama meditasi yang mengontemplasikan aliran napas masuk dan keluar, dan keadaan tubuh dan pikiran yang muncul ketika melakukannya (lihat *Th.138–39, *M.115 dan *V.69).

monastery

wihara

move about in

berkeliaran di

mundane; supramundane

lokiya; lokuttara
duniawi; adiduniawi

mutable, change, reverse, reversal (1); immutable (2)

vipariṇāma (1)
dapat dirubah (1); tak dapat dirubah, kekal (2)

nun

biksuni
P bhikkhunī, Skt bhikṣuṇī
secara literal ‘wanita miskin’: seorang biarawati Buddha (lihat *Th.189–90, 220–25).

nama

mind (1); heart (2); mental phenomenon (3); mentality (4)
mental (1, 2); fenomena mental (3)

nihil

nihilisme
kosong

noble

mulia
Arya

nirvana

Nirwana
Skt nirvāṇa, P nibbāna
secara literal ‘padamnya’, yaitu padamnya ‘api’ kemelekatan, kebencian, dan delusi, yang menyebabkan >dukkha, dan lenyapnya dukkha itu sendiri (lihat *K.17). Di Mahāyāna, tujuannya menjadi kebuddhaan, dipandang sebagai Nirwana tertinggi (lihat *M.151–55 dan *V.79). Seorang >bodhisattwa tingkat tinggi juga dipandang telah mengalami ‘Nirwana yang tidak berlandaskan apa pun’ (apratiṣṭhita-nirvāṇa; *M.67), di mana tidak ada kemelekatan baik terhadap >saṃsāra atau pun Nirwana.

notion

konsep; gagasan; ide

Nāgasena

Nāgasena
Nāgasena
abad pertama SM? Seorang biksu terpelajar yang berdebat dengan raja Milinda dalam teks Theravāda berjudul Milindapañha, atau ‘Pertanyaan Milinda’ (lihat *PTh.2, 4, bagian awal sebelum *Th.95, *Th.10, 90, 146, 174, 185, 226, 231).

nivarana

5 hindrance [to concentration]; obstruct [mental vision]; obstacle [to mind]
rintangan-mental; rintangan-konsentrasi
sensual desire (kámacchanda), ill will (vyápáda), sloth & drowsiness (thína-middha), restlessness & anxiety (uddhacca-kukkucca), and uncertainty (vicikicchá)

non-Self

tanpa-diri (P anattā, Skt anātman)
P anattā, Skt anātman
sebuah deskripsi tentang sesuatu yang tidak memiliki >Diri atau esensi yang permanen, dan juga tidak berkaitan dengan hal seperti ini. Dikatakan bahwa ‘segala sesuatu adalah tanpa-Diri’ (lihat *Th.170–79, *M.133–36 dan *V.75). Lihat juga >suwung.

nourish

memupuk; merawat; memelihara; memberi makan

novice

pemula; samanera

nature

sifat-dasar

nekkhamma

renunciation
10 parami

noble one

Yang Arya

Nāgārjuna (sekitar 150-250 CE)

Nāgārjuna (sekitar 150-250 CE)
Nāgārjuna (sekitar 150-250 CE)
pendiri aliran >Madhyamaka.

nature; kind

jati
sifat dasar; alam

necessary-condition

kondisi-wajib; kondisi yang harus terjadi/ada agar fenomena yang lain terjadi/ada

nibbana , nirvana

Nirwana

Nichiren (Jp)

Nichiren (Jp)
Nichiren (Jp)
nama seorang biksu Jepang (1222-82) yang mendirikan aliran Buddhis, yang diberi nama dengan namanya, yang menekankan keyakinan satu-pikiran terhadap >Sūtra Lotus (Saddharma-puṇḍarīka Sūtra).

nikāya (P & Skt)

nikāya (P & Skt)
nikāya (P & Skt)
sebuah persaudaraan atau sekte monastik.

nikāya (P)

nikāya (P)
nikāya (P)
salah satu dari lima bagian koleksi sutta Theravāda (lihat *PTh.2 dan 3).

no ego, no soul, no self, no inner core

anatta
tiada ego, (tiada jiwa/roh?), tiada diri, tiada inti diri, tanpa sang aku/keakuan (tiada inti/diri yang berdiri sendiri yang sifatnya permanen)

noble eightfold path (that goes to the cessation of >dukkha)

Jalan arya berunsur delapan, (yang menuju lenyapnya >dukkha)
pandangan benar, pikiran benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, upaya benar, sadar-penuh benar, konsentrasi meditatif benar (lihat *K.27 dan *Th.99–101). Jalan ‘berunsur delapan’ tidak berarti memiliki delapan ‘langkah’, melainkan berarti memiliki delapan faktor yang perlu dikembangkan menjadi sebuah rangkaian yang harmonis dan saling mendukung.

Noble Eightfold Path

Jalan Arya berunsur Delapan? Jalan Arya Beruas Delapan?

noble ones

para yang arya
P ariya, Skt ārya
seseorang yang telah secara mendalam bertransformasi secara spiritual karena sebuah pemahaman langsung mengenai sifat-dasar realitas (lihat >Kebenaran para Yang Arya). Terdiri dari: >pemasuk arus, >yang kembali sekali, >yang tidak kembali, >arahat, dan mereka yang telah maju di sang jalan sehingga menjadi salah satu dari empat ini: >Buddha-soliter; Buddha Sempurna; dan, di Mahāyāna, >bodhisattwa yang telah melalui ‘jalan yang melihat ’ sehingga menjadi kokoh di salah satu dari sepuluh tingkatan bodhisattwa.

noble order

ganuttama
Ordo Mulia

Noble Truths

Kebenaran Arya
lihat >Kebenaran para Yang Arya.

non-returning

anagami
yang tidak kembali

non-returner

yang tidak kembali
sebuah tingkat kesucian di bawah >arahat. Seseorang yang tidak akan mengalami kelahiran berulang sebagai manusia atau dewa tingkat rendah, tapi akan dilahirkan kembali di salah satu surga ‘kediaman murni’ (di mana hanya para yang tidak kembali dilahirkan ulang), di mana akhirnya dia akan mencapai arahat (lihat *Th.201).

Northern Buddhism

Agama Buddha Utara
bentuk agama Buddha Mahāyāna dan Vajrayāna yang sebagian besar teks-teks dilestarikan dalam bahasa Tibet, yaitu agama Buddha Tibet daerah lain di Tiongkok, Mongolia, Bhutan, dan sebagian Nepal, dan India Utara.

not-knowing

tidak-mengetahui
lihat >ketidaktahuan

note; noting; notice

mencermati — obyek

nothing; nothingness

ketiadaan-apapun

Nyingmapa (rNying ma pa)

Nyingmapa (rNying ma pa)
Nyingmapa (rNying ma pa)
aliran agama Buddha Tibet yang paling kuno, yang dilacak kembali ke >Padmasaṃbhava sebagai pendirinya. Nama ini berarti dia yang (pa) merupakan ‘Para pengikut (Tantras) Kuno’. Ia memiliki penekanan kuat terhadap paham tantra (tantrism) dan pengalaman transformatif, dipadukan dengan studi, sebagai dasar pembelajaran (lihat *PV.5). Ajarannya yang tertinggi adalah >Dzogchen.

object

alambhana
obyek

offer

menawarkan; persembahan

ordain

mentahbiskan; memerintahkan; mentakdirkan

occupied

sibuk

oneness

esa; satu; harmoni

opposed

berseberangan

occasional

kadang-kadang

older; elder; patriarch

sesepuh

omission; omit

penghapusan; penghilangan; melompati (halaman); lupa; pengabaian

once-returning

sakadagami
yang kembali sekali lagi

once-returner

yang kembali sekali
tingkat kesucian di bawah seorang >yang tidak kembali. Di antara kelahiran-kelahiran berulangnya pada masa depan, hanya akan ada satu pada tingkat manusia atau dewa tingkat rendah (lihat *Th.201).

one pointedness

ekaggata
batin yang terpusat; satu-kelancipan; satu-ketajaman

one pointedness (of mind)

ekaggatā (f.); ekodibhāva (m.); cittekaggatá
mental yang terpusat

order; ordination

ordo; pentahbisan

Pāli

Pāli
Pāli
bahasa yang mana teks-teks Theravāda disimpan, digunakan juga untuk pendarasan.

path

jalan
P magga, Skt marga
sebuah jalur menuju pembebasan: lihat >jalan arya berunsur delapan. Jalan Mahāyāna >bodhisattwa adalah dengan sendirinya terdiri dari rangkaian lima jalan, yakni jalan: akumulasi atau koleksi (saṃbhāra-mārga); koneksi, aplikasi atau persiapan (prayoga-mārga); melihat (dārśana-māraga), adalah pemahaman langsung yang memulai tahap ‘arya’ secara spiritual; pengembangan (bhāvanā-mārga), di mana sepuluh tingkat bodhisattwa yang arya dikembangkan; dan yang mahir (aśaikṣa-mārga), dalam kebuddhaan. Lihat catatan kaki bait 59 dari *V.10.

pass

mewariskan

phassa

sensorial impression; mental impression
7 mental factors (cetasika) konkomitan dengan semua consciousness: sensorial or mental impression (phassa), feeling (vedaná), perception (saññá), volition (cetaná), concentration (samádhi), vitality (jívita), advertence (manasikára).

plan

diagram

posit

mempostulatkan; mengasumsikan

power

kendali

prune

memangkas (pohon)

peering

menatap dengan teliti

ponder

seksama

praise

memuji; mengucap syukur

precept

pedoman hidup; sila

passage

ayat kitab suci

passion

nafsu-gairah

perplex

membingungkan; menyulitkan; berliku-liku; berbelit-belit; rumit

persist

teguh; pantang mundur; keras hati; terus berlangsung

preside

mengetuai; memimpin

prevent

mencegah; menghindarkan

Pure Land

Tanah Suci
di agama Buddha Mahāyāna, dunia spiritual seorang Buddha kahyangan. Juga nama sebuah aliran agama Buddha Tionghoa/Korea/Jepang yang berfokus kepada Buddha >Amitābha (lihat *M.159).

Padmasaṃbhava

Padmasaṃbhava
Padmasaṃbhava
guru Vajrayāna abad ke-8 yang membantu berdirinya agama Buddha di Tibet.

painful

menyakitkan? Duka? Penderitaan?

painful/the painful

penderitaan
lihat >dukkha.

Pāli Canon

Kanon Pāli
kumpulan kitab suci Theravāda.

paññá, (1a; 1b; 1c); vipassanā (2)

wisdom (1a); knowledge (1b); understanding (1c); insight (2); discernment (3); intelligence (4); common sense (5); ingenuity (6) kebijaksanaan (1a); pengetahuan (1b); pemahaman (1c); pandangan-jernih atas fenomena (2)
Gabungan dari (pandangan benar; pemikiran-benar); melihat tilakhana (impermanency, unsatisfactoriness and impersonality of all material and mental phenomena of existence) & ariya-sacca. ; 10 parami

parāmaṭṭha-sacca

ultimate truth
kebenaran mutlak
dhamma, karakteristik-karakteristiknya, fungsi-fungsinya, dan relasi-relasinya

parami; paramita

10 perfection (of the character)
generosity (dana), virtue (sila), renunciation (nekkhamma), discernment (pañña), energy/persistence (viriya), patience/forbearance (khanti), truthfulness (sacca), determination (adhitthana), good will (metta), and equanimity (upekkha)

parinirvāṇa (Skt; P parinibbāna)

Nirwana-pamungkas
Skt parinirvāṇa; P parinibbāna
memasuki Nirwana terakhir seorang Buddha atau >arahat pada saat mereka meninggal dunia (lihat *K.69, *Th.10–11, *M.5–6).

paticca-samuppada

kemunculan-bersama yang saling bergantung

patience; forbearance

khanti

Patrul Rinpoche (Tib dPal sprul rin po che, 1808–1887)

Patrul Rinpoche (Tib dPal sprul rin po che, 1808–1887)
Patrul Rinpoche (Tib dPal sprul rin po che, 1808–1887)
penulis teks bahasa Tibet yang judulnya berarti ‘Kata-kata dari Guru Berhargaku’ (‘The Words of my Precious Teacher’), sebuah buku pegangan standar aliran >Nyingmapa agama Buddha Tibet tentang tahap-tahap sang jalan (lihat *PV.7, dan *V.18, 22).

peculiar

khas

peerless one

atula
Tanpa Tandingan

perception; label; allusion; act of memory or recognition; interpretation

sañña

perception; recognize; factor of perception; absorption

sanna; samjna
persepsi; pencerapan

perception

persepsi
P saññā, Skt saṃjñā
yang memberikan klasifikasi, label, menginterpretasi dan mengenali objek-objek indra. Salah satu dari lima >kategori eksistensi.

perfection

kesempurnaan
Skt pāramitā, P pāramī
kesempurnaan moral atau spiritual, seperti yang dikembangkan oleh seorang >bodhisattwa (lihat *Th.6, *M.100–06 dan *V.42–54). Lis kesempurnaan di Theravāda: kedermawanan, >tata susila, pelepasan, >kebijaksanaan, >semangat, kesabaran, kebenaran, tekad bulat, >cinta kasih dan >ketenangseimbangan. Lis Mahāyāna: kedermawanan, >tata susila, kesabaran, >semangat, >kekhusyukan meditatif, >kebijaksanaan, >upaya terampil, tekad, kekuatan dan pengetahuan spiritual.

perfection of wisdom

kesempurnaan kebijaksanaan/kearifan
Skt prajñā-pāramita
kebijaksanaan yang tidak melekat pada apa pun, karena ia melihat secara langsung semua hal seperti apa adanya >suwung dari esensi apa pun atau sifat-dasar bergantungan atau eksistensi bergantungan. Ini juga adalah sebuah kelompok sūtra-sūtra Mahāyāna.

perfectly awakened Buddha

Buddha-Sempurna

pertain; pertaining

khas; berhubungan dengan; terkait; berkenaan; sesuai/pantas; menjadi bagian dari (area tanah)

piti-minor

kegiuran kecil

piti-momentary

kegiuran sementara

piti-pervading

kegiuran menyebar

piti-showering

kegiuran hujan

piti-uplifting

kegiuran melambung

planes; realm

bhumi
alam; alam-alam atau dunia-dunia dimana makhluk terlahir kembali serta menjalani kehidupan

possible

mungkin terjadi

practice; training; exercise

patipatti
praktik (noun); latihan

precepts, the five

lima sila
P pañca-sīla, Skt pañca-śīla
norma etis yang secara umum dipandang sebagai mengikat para Buddhis perumah-tangga, untuk menghindari: pembunuhan makhluk apa pun, pencurian, perilaku seksual keliru, berbohong, atau mengonsumsi yang memabukkan (lihat *Th.110, *M.81-82, cf.112).

preconception

prasangka

preliminary

pembukaan; pendahuluan

premeditation

pertimbangan atau perencanaan terlebih dahulu; sengaja

presence (lawan dari absence)

kehadiran

prevalence

pravalen; umum; lazim; biasa

profound

mendalam; serius

prominent; prominence

menonjol

prompt; umprompted (asankharikam, tanpa-bujukan, spontan)

sasankharika
bujukan; hasut; cepat; segera; menyebabkan bertindak atau berbuat sesuatu; didorong; tindakan membujuk seseorang (prompting)

proximate

terdekat; sangat dekat; kurang lebih; kira-kira

proximate cause

padatthana
sebab-terdekat; sebab-proksima; kondisi prinsip [harus ada] yang menyangganya

puppha; kusuma; kusumita

blossom; spring; flower

pure abodes

kediaman murni/suci
P suddhāvāsa, Skt śuddhāvāsa
lima surga di alam >bentuk halus di mana hanya para >yang tidak kembali dilahirkan. Di sana mereka mencapai >arahat.

qualification

kualifikasi; persyaratan

quiescent

tidak bergerak; tidak aktif; diam; pasif

rága

lust; greed
lobha; rága; tanhá; abhijjhá

rúpa

body; physical phenomenon; sense datum; corporeality

rage

mengamuk; marah; gusar; merajalela

relics

relik
P sarīra, Skt sarīra
sisa jasad fisik Buddha atau orang suci yang telah terbebaskan lainnya, ditemukan di antar abu-abu setelah kremasi. Dipandang memiliki kekuatan bermanfaat dan diletakkan di >stūpa.

recall

menghadirkan kembali (memori)

recite

menceritakan sesuatu yang sudah dihafal

refute

menyanggah

remedy

memperbaiki; menyembuhkan; ganti rugi yang sah; obat; menolong

revere

dipuja

righteous

berbudi
P dhammika, Skt dharmika
bertindak sesuai dengan >Dhamma dan >tata susila, sehingga adil, penuh belas kasih, etis.

reality patterns

pola realitas? Bentuk pikiran?

realization; accomplish; attain; achieve; fulfil; completion

pativedha
realisasi (noun); pencapaian; perwujudan; pelaksanaan; memahami; menyadari

reasoning

proses-penalaran

receive; accept (menerima)

mendapat

reckoned

bergantung pada; memperhitungkan; mengandalkan

recourse

perlindungan; without recourse (tanpa syarat)

referent; reference

rujuk; merujuk pada;

relieve; relief

pemulihan; meredakan, meringankan, memanggul beban orang lain

remembrance

peringatan; (jawa: pangeling-eling)

renunciant

petapa
P samaṇa, Skt śramaṇa
seorang petapa mengembara pencari religius yang bukan brahmana, termasuk para biksu Buddhis dan Jain (lihat *PK.2, dan *K.13, 14).

renunciation; release

nekkhamma
pelepasan keduniawian; freedom from sensual lust

requisites of enlightenment

bodhi-pakkhiya
komponen-komponen pencerahan

resemble

menyerupai

restlessness

uddhacca
mengambang

restlessness & scruples; restlessness & anxiety

uddhacca-kukkucca

resultant; result

vipaka
resultan; hasil; citta yang muncul melalui matangnya kamma

retribution

hukuman setimpal; anugerah atau hukuman di masa depan

rig pa (Tib)

rig pa (Tib)
rig pa (Tib)
‘mengetahui’: pengetahuan non-dual yang mana tidak ada perbedaan atau pemisahan di antara subjek (pikiran) dan objek persepsi.

right action

sammá-kammanta
tindakan benar

right concentration

sammá-samádhi
konsentrasi-benar

right effort

sammá-váyáma
usaha benar

right livelihood

sammá-ájíva
mata pencaharian benar

right mindfulness

sammá-sati
eling-benar

right speech

sammá-vácá
tutur kata benar

right thought

sammá-sankappa
pemikiran-benar

right view (1); right-understanding (2)

sammá-ditthi (1)
pandangan-tepat (1); pemahaman-tepat (2)

root; rooted (berakar)

mula; hetu; ahetuka (rootless)
akar; sumber; asal; bagian terpenting; inti; terpaku; teguh; penyemangat (rooter)

rudimentary

sederhana; mendasar; paling mendasar

sati

mindfulness; self-collectedness; powers of reference and retention
eling

self

diri
P atta, Skt ātman
sebuah istilah yang dipakai baik dalam makna ‘diri seseorang’ yang bisa diterima sehari-hari, tapi juga dalam makna sebuah esensi permanen seseorang, direpresentasikan di karya ini dengan huruf kapital: Diri. Meskipun gagasan tentang Diri ini diterima oleh agama non-Buddhis India, Buddha tidak menerima apa pun sebagai Diri, atau milik Diri. Maka Ia mengajarkan ‘semuanya adalah tanpa-Diri’ dan semuanya adalah ‘suwung dari Diri dan apa pun yang berkaitan dengan Diri’ (lihat *Th.170). Di Mahāyāna dan Vajrayāna, ātman adalah juga istilah untuk sebuah esensi semestinya dari fenomena apa pun, sebuah identitas esensial (lihat >identitas), namun semua dipandang sebagai suwung dari hal ini.

síla

morality; virtue
moralitas
(gabungan dari tutur kata benar; tindakan benar; mata pencaharian benar)

sacca

truthfulness
10 parami

sañña

perception; label; allusion; act of memory or recognition; interpretation

see

melihat

sow

semai

studi

pariyatti
studi

Sangha

Sanggha
P & Skt saṅgha, juga Skt saṃgha
‘komunitas’ monastik, juga ‘komunitas’ para yang Arya, orang-orang yang telah terbebaskan secara penuh atau sebagian (yang ketiga dari >Tiga Perlindungan).

sphere

avacara
Yang biasa muncul di alam ….; tataran; kategori-kategori untuk mengklasifiksi tipe-tipe citta yang muncul

samatha

tranquillity; serenity (of mind)
avikkhepa; ekaggatā; samádhi; samatha
all unperturbed, peaceful and lucid state of mind attained by strong mental concentration

school

sekte; aliran

selfish

hanya mementingkan diri sendiri

share

berbagi; tersebar; terentang; terbentang

sheer

murni; semata

solid

utuh

study

mempelajari (tindakan pikiran)

sacred

sakral; suci

Sanskrit

Sanskrit
Sanskrit
bahasa yang mana teks-teks agama Buddha Mahāyāna dan Vajrayāna telah ditulis. Teks-teks ini sekarang sebagian besar ada hanya dalam terjemahan bahasa Tibet dan Tionghoa.

sensuous

kama
indrawi

sermon

kotbah

simile

perumpamaan

sorrow

derita

spring

lompat; loncat; mata air; pegas; kelenturan; asal mula; sumber; tunas; pucuk; musim semi; tumbuh;

suchness

kedemikianan
Skt tathatā)
sifat-dasar sejati realitas, seperti-apa-adanya.

salient

menonjol; menjulang; penting

shallow

dangkal

signify

menunjuk pada; menandakan; melambangkan; berarti; menyatakan; menjadi penting (signifikan)

student

siswa; murid

sublime

luhur; agung; benar & baik; memurnikan; padat – gas; mulia; ekstrim

subside

reda; surut

suffering

duka/menyakitkan/yang menyakitkan
lihat >dukkha.

suggest

mengimplikasikan

Sakka (P; Skt Śakra)

Sakka (P; Skt Śakra)
Sakka (P; Skt Śakra)
nama Buddhis untuk dewa Indra, pemimpin para dewa di surga Tiga puluh tiga dewa. Dipandang di agama Buddha sebagai siswa Buddha, dan sering melakukan percakapan dengan Buddha (lihat *K.2, 31, 33, 36, 69, *Th.34, 36,*M.39, 71, 100, 149, 150, 168, 221 dan *V.18, 48, 80–2).

Śākyamuni (Skt)

Śākyamuni (Skt)
Śākyamuni (Skt)
‘Orang suci dari suku Śākya’: gelar Mahāyāna untuk Buddha historis, dan Buddha yang bermanifestasi di dunia. Istilah Pāli Sakyamuni digunakan sebagai sebuah julukan Buddha Gotama.

Sakyapa (Tib Sa skya pa)

Sakyapa (Tib Sa skya pa)
Sakyapa (Tib Sa skya pa)
aliran agama Buddha Tibet, didirikan pada tahun 1073 di biara Sakya (lihat *PV.5). Dikenal karena pengetahuan/kesarjanaannya dan dekat dengan aliran >Kagyupa dalam banyak hal.

samádhi (m.); cetosamatha (concentration of mind)

concentration (of mind)
konsentrasi
avikkhepa; ekaggatā; samádhi; samatha
Gabungan dari mindfulness + concentration

Samantabhadra

Samantabhadra
Samantabhadra
nama seorang bodhisattwa utama (lihat*M.39, 71, 107) dan juga Ādibuddha yang selalu terjaga sempurna (lihat *V.6).

samatha (P; Skt śamatha): ‘calm’, ‘peace’ or ‘tranquillity’

samatha (P; Skt śamatha): ‘ketenangan’, ‘kedamaian’ atau ‘keheningan’
samatha (P; Skt śamatha)
jenis meditasi yang mengembangkan keadaan di atas dengan mencapai >kekhusyukan meditatif (lihat *Th.132, 138 dan *M.120).

sammá-ájíva

right livelihood
mata pencaharian benar
abstaining from a livelihood that brings harm to other beings, such as trading in arms, in living beings, intoxicating drinks, poison; slaughtering, fishing, soldiering, deceit, treachery soothsaying, trickery, usury, etc

sammá-ditthi (1)

right view (1); right-understanding (2)
pandangan-tepat (1); pemahaman-tepat (2)
understanding of the 4 Noble Truths: universality of suffering (unsatisfactoriness), its origin, its cessation, and the path leading to that cessation

sammá-kammanta

right action
tindakan benar
Abstaining from injuring living beings, from stealing and from unlawful sexual intercourse

sammá-samádhi

right concentration
konsentrasi-benar
concentration of mind associated with wholesome (kusala) consciousness, which eventually may reach the absorptions (jhána, q.v.). Cf. samádhi.

sammá-sankappa

right thought
pemikiran-benar
thoughts free from: sensuous desire (kámacchanda), ill will (vyápáda), and cruelty

sammá-sati

right mindfulness
eling-benar
mindfulness and awareness in contemplating body, feelings, mind, and mind-objects (s. sati, satipatthána)

sammá-vácá

right speech
tutur kata benar
Abstaining from lying, tale-bearing, harsh words, and foolish babble

sammá-váyáma

right effort
usaha benar
the effort of avoiding or overcoming evil and unwholesome things, and of developing and maintaining wholesome things (s. padhána).

sammuti-sacca

conventional truth
kebenaran konvensional
kebenaran yang disampaikan menggunakan entitas-entitas yang tidak memiliki kemutlakan ontologis, tetapi masih secara rasional menunjuk pada kemutlakan ontologis

sampajañña

clarity of consciousness; clear comprehension; alertness; self-awareness; presence of mind; clear comprehension
mawas
this term is frequently met with in combination with mindfulness (sati).

saṃsāra (P & Skt): ‘wandering on’

saṃsāra (P & Skt): ‘mengembara’
saṃsāra (P & Skt)
sebuah istilah untuk lingkaran kelahiran berulang, siklus kelahiran-dan-kematian, dan secara lebih umum, keseluruhan dunia yang berkondisi (lihat *Th.55–8 dan *V.17–22).

Śāntideva (sekitar 650–750)

Śāntideva (sekitar 650–750)
Śāntideva (sekitar 650–750)
>penulis Mādhyamika berjudul Bodhicaryāvatāra (‘Engaging in the Conduct for Awakening’), tentang kesempurnaan bodhisattwa, dan Śikṣā-samuccaya (‘Compendium of (Bodhisattva) Training’), yang mengutip dari banyak sūtra Mahāyāna (lihat *PM.5, *PV.6 dan 7).

Sarvāstivāda (Skt)

Sarvāstivāda (Skt)
Sarvāstivāda (Skt)
salah satu aliran non-Mahāyāna agama Buddhis awal, pernah sangat sukses di India Utara. Karakteristik doktrin mereka adalah ‘semua eksis’, yaitu masa lampau dan masa depan eksis dan begitu pula saat ini.

Sarvāstivādin (Skt)

Sarvāstivādin (Skt)
Sarvāstivādin (Skt)
seorang pengikut aliran yang disebutkan di atas.

śāstra (Skt)

śāstra (Skt)
śāstra (Skt)
sebuah ‘risalah’ karya seorang penulis terkenal.

scripture

naskah-naskah

seclusion

penyunyian? Penyendirian?

secure; save

khema
tentram; aman

self contained

inti di dalam dirinya sendiri

sense-bases

basis-indra
P & Skt āyatana
basis-indra ‘internal’ adalah lima indra fisik dan kemampuan mental (mano), dan yang ‘eksternal’ adalah enam objek indra tersebut.

sensorial impression; mental impression

phassa

sensual desire

nafsu indra

sensual pleasure

kenikmatan indra
P & Skt kāma
sebuah istilah untuk nafsu-dambaan terhadap objek-objek menarik bagi lima indra, dan juga untuk objek-objek ini dalam aspek ketertarikan mereka, khusus yang sifat-dasarnya seksual.

sensuous desire; sensual desire

kámacchanda

serenity (of mind); tranquillity

samatha

serenity; quiet; silence; silent; calm; still; tranquil; serene;

samatha
keheningan batin; hening; tenang; sunyi; sepi; reda

shade off

perlahan berganti menjadi

shamelessness

ahirika

siddha (Skt)

siddha (Skt)
siddha (Skt)
‘yang ulung’, yaitu ulung di jalan Vajrayāna. Lihat juga >mahāsiddha.

significant

berpengaruh

sīhasana; rājatta

throne
singgasana; tahta

skill in means/skilful means

ketrampilan dalam upaya/cara terampil
Skt upāya-kauśalya
cara-cara yang bijaksana dan berbelas kasih (upāya) Buddha dalam menyesuaikan ajarannya berdasarkan kemampuan pendengar-Nya (lihat *PM.2, 3, 6, *K.33, *M.12, 22, 67, 69, 113, 168 dan *V.6); keterampilan Buddha atau >bodhisattwa dalam menyesuaikan wujud penampilan-Nya (*M.106); metode-metode yang dipakai oleh >bodhisattwa yang kadang melanggar pedoman moral jika keadaannya menandakan bahwa hal ini dibutuhkan untuk menolong seseorang secara berbelas kasih.

sloth & torpor; sloth & drowsiness

thína-middha
kemalasan & kelembaman

solitary-buddha

Buddha-Soliter
Skt pratyeka-buddha, P pacceka-buddha
seseorang yang terjaga sempurna pada masa ketika ajaran seorang >Buddha Sempurna tidak ada di dunia, dan Ia hanya mengajarkan kepada sebagian kecil orang saja. Mahāyāna memandang orang yang memiliki tujuan ini, atau ingin menjadi >arahat, sebagai berlatih pada tataran >‘Hīnayāna’ (lihat *PK.3, PTh.6, *PM.2 dan 3, pengantar *M.22, *M.64, 100, 108, 153 dan *V.1, 70)

son of good family

putra keluarga yang berbudi
P kula-putta, Skt kula-putra
putra dari suatu keluarga dengan norma-norma etis yang baik. Ketika tidak mengacu kepada seorang pria, ia hanya berarti ‘anak/keturunan dari keluarga berbudi’ saja.

Southern Buddhism

Agama Buddha Selatan
bentuk agama Buddha khususnya ditengahi oleh Sri Lanka, yaitu agama Buddha di Sri Lanka (Ceylon), Burma/Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos dan sebagian Vietnam Selatan. Belakangan ini juga aktif di Nepal. Theravāda dengan sedikit sisa pengaruh Mahāyāna.

special insight

pemahaman khusus
terjemahan, melalui bahasa Tibet, dari Skt >vipaśyanā. lihat *V.40, bait 21–3.

spiritual nobility

kemuliaan/kesucian spiritual
keadaan salah satu dari >para yang arya.

spiritual friend

sahabat spiritual
P kalyāṇa-mitta, Skt kalyāṇa-mitra
seorang ‘sahabat baik’ dalam arti seorang sahabat yang bajik dan bijaksana yang dapat membimbing seseorang dengan baik.

Śrāvaka-yāna (Skt): ‘Vehicle of the Disciples’:

Śrāvaka-yāna (Skt): ‘Kendaraan para Siswa’
Śrāvaka-yāna (Skt
isitilah Mahāyāna untuk para pengikut aliran non-Mahāyāna: mereka yang mengikuti ajaran Buddha agar bisa menjadi >siswa. >‘Hīnayāna’ dikatakan terdiri dari Śrāvaka-yāna dan mereka yang memiliki tujuan untuk menjadi >Buddha-Soliter (lihat *PM.3, *M.1, 11, 22, 46, 65, 66, 67, 100, 108, 145, 152, 153 dan *V.1, 70).

store-house consciousness

gudang kesadaran
kesadaran penyimpanan
Skt ālaya-vijñāna
di aliran >Yogācāra, lapisan paling dalam dari pikiran, yang menyimpan benih-benih karma baik dan buruk masa lampau, begitu pula benih-benih terang berpotensi, yang kemudian memiliki pengaruh secara fundamental dalam membentuk pengalaman.

straightway

segera; seketika; tanpa penundaan

stream enterer

pemasuk arus atau yang memasuki arus?

stream-entry

sotapatti
pengarung-arus

stream-enterer

pemasuk arus
P sotāpanna, Skt srotāpanna
tingkat pertama kesucian spiritual, mencapai pandangan sekilas terhadap >nirwana (lihat *Th.201–02). Lihat juga >para yang arya.

stūpa (Skt; P thūpa)

stūpa (Skt; P thūpa)
stūpa (Skt; P thūpa)
sebuah gundukan-relik, berisi relik-relik Buddha atau orang suci yang mencapai pembebasan. Telah berkembang berbagai bentuk. Dikenal juga sebagai pagoda, dāgoba, atau chorten (Tibet) (lihat *Th.94).

stūpa (Skt; P thūpa).

stūpa (Skt; P thūpa)
stūpa (Skt; P thūpa)
sebuah wacana yang dikaitkan kepada Buddha, atau ajaran serupa yang diajarkan oleh para siswa dan telah disetujui oleh Beliau (lihat *PK.6, *PTh.2–3, *PM.1, 3–7, *PV.1, 3, 6).

sublime teaching

saddhamma
Ajaran Luhur

subordinate

kurang penting; lebih rendah; anak kalimat; omor dua

substantiality

keadaan sebenarnya; keteguhan; nilai sesungguhnya; besarnya; banyaknya

succession; succeed

susul menyusul

suchness; thusness

tathata; tathagata
‘realitas sebagai apa adanya’

suficient-condition

kondisi-mencukupi

supernormal

supranormal? Gaib? Adi-biasa?

supernormal powers

kekuatan supranormal/gaib
P iddhi, Skt ṛddhi
kekuatan psikis berlandaskan meditasi (*K.35 dan *Th.48 dan 141).

suppress; suppresion

menumpas; menindas; menekan (menyembunyikan)

sustained application

perenungan lanjutan; aplikasi-berkelanjutan

sympathetic joy

mudita
simpati, kegembiraan, belasuka?

taint

asava
noda batin (belum confirm)

tanhá

craving
lobha; rága; tanhá; abhijjhá
craving for sensuality (káma-tanhá), becoming (bhava-tanhá), or not-becoming (vibhava-tanhá)

thing

fenomena (dhamma); hal (ordinary); kegiatan

throne

sīhasana; rājatta
singgasana; tahta

tool

metode

trainee

sekkha
orang yang masih perlu belajar lagi

tedious

melelahkan

thinking

proses-nalar (noun); menalar, penalaran (verb)

tantra (Skt)

tantra (Skt)
tantra (Skt)
sebuah ‘sistem’ meditasi dan ritual, disimpan di sebuah teks (juga disebut tantra) yang dipakai di agama Buddha >Vajrayāna (lihat *PV.1, 3–4 dan 6, *V.6, 10, 40). Ada beberapa kelas teks tantra: kriyā, caryā dan yoga tantra adalah tantras ‘eksternal’– sistem praktik yang memiliki struktur berdasarkan gagasan ‘mendekati’ dan meniru pola dasar Buddha. Mahā-yoga dan anu-yoga adalah dua kelas tantra yang lebih tinggi, dikenal sebagai yang ‘internal’, dengan ati-yoga >dzogchen sebagai yang ketiga dan tertinggi. Ketiganya secara bersamaan dikenal juga sebagai anuttarayoga tantra.

tantric

tantra? Tantrik?

Tathāgata (P & Skt)

Tathāgata (P & Skt)
Tathāgata (P & Skt)
secara literal berarti ‘Yang telah pergi’ atau ‘Yang telah datang’, seseorang yang telah selaras dengan realitas. Sebuah julukan Buddha, kadang, juga untuk seorang >arahat (lihat *PK.4, *K.20, *Th.10).

Tathāgata-garbha (Skt)

Tathāgata-garbha (Skt)
Tathāgata-garbha (Skt)
‘rahim/embrio dari Yang-telah-pergi’: potensi kebuddhaan dalam setiap makhluk, kadang dipandang sebagai realitas di dalam kebuddhaan yang hanya butuh menyingkirkan >kotoran batin yang menutupinya (lihat *M.12–13, 112, *V.1). Lihat >sifat-dasar Buddha, yang dipakai di karya ini sebagai terjemahan bebas Tathāgata-garbha.

tathata; tathagata

suchness; thusness
‘realitas sebagaimana adanya’

the blessed one

Begawan (=yang mahatinggi)

the Fortunate One

Sugata

the four ‘foundations’, ‘establishments’ or ‘applications’ of mindfulness

empat ‘fondasi’, ‘landasan’ atau ‘penerapan’ sadar-penuh
satipaṭṭhāna (P, Skt smṛtyupasṭhāna)
kontemplasi meditatif terhadap tubuh, perasaan, kondisi-pikiran dan >dhamma (lihat *Th.138).

Theravāda (P)

Theravāda (P)
Theravāda (P)
aliran ‘Ajaran kuno’ atau ‘Jalan para Tetua’, umumnya ditemukan di Sri Lanka, Burma, Thailand, Cambodia dan Laos. Satu-satunya aliran kuno sebelum Mahāyāna yang masih bertahan hingga kini (lihat *PG.4, 8, 9, *PS.2, PTh, PM.3).

Theravādin (P)

Theravādin (P)
Theravādin (P)
seorang pengikut aliran Theravāda.

thína-middha

sloth & torpor; sloth & drowsiness
kemalasan & kelembaman

thirty-two characteristics of a great man

tiga puluh dua karakteristik manusia agung
fitur tubuh seorang Buddha yang menandakan keagungan-Nya, lihat *K.38 dan >raja Pemutar-roda.

Three ‘bodies’ of a Buddha

Tiga ‘tubuh’ Buddha
Skt Tri-kāya
sebuah ajaran tentang sifat-dasar kebuddhaan (lihat *M.10–13 dan *V.2–3): i) >Tubuh-Dharma, yaitu sifat-dasar tertinggi realitas, ii) >Tubuh-Kegembiraan yaitu seorang Buddha kahyangan, iii) >Tubuh-Emanasi, seorang Buddha yang bermanifestasi di bumi.

Three ‘bodies’ (Skt Tri-kāya) of a Buddha

Tiga Permata
P Tiratana, Skt Triratna
>Tiga Perlindungan sebagai harta karun yang menginspirasi.

three realms

tiga alam
P tidhātu, Skt tridhātu
tiga tingkatan realitas dalam >saṃsāra (cf. *Th.164): alam >kenikmatan indra (kāma-dhātu), yang terdiri dari neraka, >hantu kelaparan, binatang, manusia dan >dewa tingkat rendah seperti >Sakka; alam Brahmā, dan >alam tanpa bentuk (arūpa-dhātu) empat dunia secara murni hanya mental. Frase ‘tiga alam’ biasanya adalah cara untuk mengacu ke dunia berkondisi saṃsāra sebagai keseluruhan.

Three Refuges

Tiga Perlindungan
P tisaraṇa, Skt trisaraṇa
Buddha, >Dhamma dan >Sanggha (Arya) sebagai objek kebaktian yang membangkitkan semangat (lihat *K.60, *Th.93, 110, *M.49–54, 85 dan *V.27-9).

Tiantai (Ch, Jp Tendai)

Tiantai (Ch, Jp Tendai)
Tiantai (Ch, Jp Tendai)
sebuah aliran agama Buddha Timur yang menekankan pada gagasan >Sūtra Lotus dan sifat-dasar Buddha (lihat *PM.6, dan *M.119, 123).

tilakkhana

tiga ciri keberadaan

tranquality, calm abiding

samatha, shamatha
samatha, ketenangan, keheningan

transcend

melampaui; melebihi; transendental; tidak berdasar pengalaman; melampaui batas kemampuan manusia; tidak jelas; samar

transmitted

wariskan

treatise

disertasi

Truth of the Noble Ones

Kebenaran para Arya?

truthfulness

sacca

Truths of the Noble Ones

Kebenaran para Yang Arya
P ariya-sacca, Skt ārya-satya
empat kebenaran/realitas utama yang diketahui oleh seorang ariya (>orang suci) (orang yang telah terbebaskan secara penuh atau sebagian): i) >dukkha, ii) kondisi utama kemunculannya, yaitu >haus-damba, iii) lenyapnya, dari berakhirnya haus-damba, iv) jalan menuju lenyapnya, >jalan arya berunsur delapan. Ariya-sacca biasanya lebih diterjemahkan sebagai ‘Kebenaran Arya’, tapi ini lebih diterapkan kepada ajaran-ajaran tentang empat ariya-sacca (lihat *Th.149–55).

Tsongkhapa (1357–1419)

Tsongkhapa (1357–1419)
Tsongkhapa (1357–1419)
pendiri aliran >Gelukpa Tibet (lihat *PV.5 dan *V.40).

upekkhá

equanimity; impartiality
ekuanimitas; keseimbangan mental
10 parami; 4 brahma-vihara

uddhacca-kukkucca

restlessness & scruples; restlessness & anxiety
belongs to the 10 fetters (samyojana); 5 hindrances (nívarana); 4 mental factors inseparably associated with all unwholesome consciousness (akusala-sádhárana)

ultimate truth

parāmaṭṭha-sacca
kebenaran mutlak

ultimate; supreme (terakhir)

paramattha
mutlak; ultima; tertinggi; mutlak

undependability

tidak bisa diandalkan

undetermined issues

perihal yang tidak dapat ditentukan
P avyākata, Skt avyākṛta
topik-topik yang Buddha tidak menyatakan pandangan, dan tidak menerima kemungkinan logis standar: apakah dunia ini abadi atau tidak, atau terbatas atau tidak, apakah prinsip kehidupan sama dengan tubuh makhluk hidup atau tidak, dan apakah orang yang telah terjaga sempurna setelah kematian tetap ‘ada’, ‘tidak ada’, ‘baik ada dan juga tidak ada’, atau ‘bukan ada juga bukan tidak ada’ (lihat *Th.10, 20).

undistractedness (of mind)

avikkhepa

unfavourable circumstances, the eight

keadaan tidak menguntungkan, delapan
situasi tidak menguntungkan terhadap pengetahuan Dharma: di neraka; menjadi hewan; menjadi hantu kelaparan; menjadi dewa dengan jangka waktu hidup yang sangat panjang; di tempat Dharma tidak tersedia; menjadi manusia dengan kecenderungan menuju pandangan non-Buddhis; tidak memiliki kapasitas mental untuk memahami Dharma; hidup pada masa ketika Dharma tidak ada (lihat *V.14).

untenable

tidak dapat dipertahankan

unwholesome/unskilful

tidak bajik/tidak terampil
P akusala, Skt akuśala
sebuah deskripsi yang diterapkan ke perbuatan atau keadaan pikiran yang buruk, yang muncul dari keserakahan, kebencian, atau delusi, membawa penderitaan kepada makhluk, dan menjauhkan seseorang dari pembebasan (lihat *Th.102).

ussaha (m.); atappa; viriya (nt.)

zeal

vow

berjanji; bersumpah

vedana

feeling
perasaan
pleasure (ease), pain (stress), or neither pleasure nor pain

view

sudut-pandang; pandangan

vigour

semangat
P viriya, Skt vīrya
kualitas spiritual ‘menggapainya dan mempertahankannya’ – energi, usaha, kekuatan mental, ketekunan. Salah satu dari >kesempurnaan dan >kemampuan.

vihara

tempat tinggal bhikkhu; tempat hunian, domisili, rumah

viriya

energy; persistence
10 parami

virtue

sila
sila; kebajikan; kebaikan; kemurnian; kesucian

vimutti

emancipation; freedom; deliverance; release [from the fabrications and conventions of the mind]
pembebasan

vyápáda

ill will
hasrat-jahat

vitality

jívita

volition

kehendak
P & Skt cetanā
kemauan atau niat yang diungkapkan dalam perbuatan tubuh, ucapan atau pikiran, diperkenalkan di *Th.64 dengan perbuatan (karma) itu sendiri.

venerable

āyasmā
āyasmā; yang mulia

vision

pandangan-batin

Vajravārāhi

Vajravārāhi
Vajravārāhi
the ‘Induk Babi Vajra’, salah satu aspek Vajrayoginī, dewi Tantrik.

Vajrayāna (Skt)

Vajrayāna (Skt)
Vajrayāna (Skt)
‘Kendaraan Intan’ atau ‘Kendaraan Petir’ wujud Mahāyāna, dominan di Tibet, Mongolia dan Bhutan, yang menekankan pencapaian langsung keterjagaan sempurna, bahkan pada masa kehidupan ini, melalui cara khusus yang mengenali sifat-dasar Buddha yang telah ada dalam diri seseorang, termasuk visualisasi makhluk terjaga sempurna dengan pendarasan mantra (lihat *PG.5, 8, 9, PS.2, PM.7, PV).

Vasubandhu

Vasubandhu
Vasubandhu
biksu abad ke-4 M. Penulis dari sejumlah karya aliran >Yogācāra Mahāyāna (lihat *PM.5, *PV.6, *V.64, 76). Kemungkinan orang yang sama dengan Vasubandhu yang sebelumnya telah menulis Abhidharma-kośa, sebuah teks utama aliran >Sarvāstivāda.

veneration

penghormatan; pemujaan

vex; vexation

menjengkelkan; mengganggu; kesal

vicikicchá

doubt; skeptical doubt; uncertainty
keragu-raguan

vicious cycle

lingkaran setan

view on personality

pandangan tentang diri
P sakkāya-diṭṭḥi, Skt satkāya-dṛṣṭi
pandangan apa pun yang mengambil satu atau yang lainnya dalam lima >kategori eksistensi sebagai >Diri yang permanen, milik Diri, dalam Self, atau mengandung Diri.

vinaya (P & Skt)

vinaya (P & Skt)
vinaya (P & Skt)
disiplin monastik, termasuk kode aturan perilaku personal, dan aturan tentang cara menjalankan pekerjaan monastik. Teks-teks yang mengandung aturan tersebut (lihat *PG.7,*PK.6, PS, PTh.2, 3, *PM.4, 6, 7, dan *PV.6).

violence

kekerasan

vipariṇāma (1)

mutable, change, reverse, reversal (1); immutable (2)
dapat dirubah (1); tak dapat dirubah, kekal (2)

vipassanā (P, Skt vipaśyanā)

vipassanā (P, Skt vipaśyanā)
vipassanā (P, Skt vipaśyanā)
‘pemahaman’ dan sejenis meditasi yang mengembangkannya (lihat *Th.132, 138,*M.121–23), khususnya berfokus kepada ketidakkekalan, >dukkha dan >tanpa-diri. Lihat juga >pemahaman khusus.

virtue; morality

síla
moralitas

vohàravacana

conventional language
bahasa konvensional

volitional activities

perbuatan berkehendak
P saṅkhārā, Skt saṃskārā
yang keempat dari lima >kategori eksistensi. Yang paling penting adalah >kehendak atau kemauan (yang menimbulkan akibat karma). Istilah ini juga mengacu, kurang lebih dalam arti yang sama, ke tautan yang kedua dari >kemunculan bergantungan, yang mana kadang diterjemahkan sebagai ‘bentukan karma’. Dalam makna yang lebih luas, istilah saṅkhārā/saṃskārā juga mengacu ke keadaan yang dikondisikan oleh karma atau faktor-faktor pengondisian apa pun.

wit

to wit (yaitu); mengetahui, mempelajari

worry

kukkucca
kecemasan

wick

jahat; keras; nakal; keji

wisdom

kebijaksanaan/kearifan
P paññā, Skt prajñā
pengertian, berdasarkan mendengar/membaca, lalu perenungan, kemudian meditasi; pada tingkat terdalam, pemahaman yang membebaskan (lihat *Th.98, 143–48, *M.129 dan *V.71– 3).

wander

mengembara; berkelana

weary

meletihkan; melelahkan; menjemukan; membosankan

worldling

putthujjana
orang duniawi; orang kebanyakan; orang yang tertarik dengan keduniawian

way of being

cara menjadi
P & Skt bhava
sebuah cara eksistensi dan perbuatan yang dibentuk oleh sifat-dasar seseorang yang terikat, dan menuntun ke kelahiran ulang mereka yang berikutnya. Kadang diterjemahkan sebagai ‘menjadi’.

Wheel-turning monarch

Raja Pemutar-roda
P Cakkavatti, Skt Cakravartin
seorang kaisar yang adil dan berbelas kasih. Dipandang sebagai padanan sekuler yang sejajar dengan Buddha. Keduanya dikatakan terlahir dengan >tiga puluh dua karakteristik manusia agung (lihat *K.38) di tubuh mereka, begitu pula dengan >Gotama (lihat *PK.5, *K.38, 65, *Th.61, 213, 228, *V.13).

who you are

diri anda apa adanya

wholesome roots

akar bajik
P kusala-mūla, Skt kuśala-mūla
kedermawanan (secara literal tanpa-keserakahan), niat-baik (tanpa-kebencian) dan kebijaksanaan (tanpa-delusi) sebagai akar >perbuatan bajik.

wholesome; unwholesome; indeterminate

kusala; akusala
berguna; tak-berguna; ‘tidak bisa ditentukan’

wholesome/skilful

bajik/terampil
kusala (P; Skt kuśala
sebuah deskripsi yang diterapkan kepada perbuatan atau keadaan pikiran yang baik, karena muncul dari kedermawanan, niat-bait atau kebijaksanaan, tidak mencelakakan makhluk lain, dan menuntun seseorang menuju pembebasan (lihat *Th.102, 111, *V.41).

wisdom (1a); knowledge (1b); understanding (1c); insight (2); discernment (3); intelligence (4); common sense (5); ingenuity (6)

paññá, (1a; 1b; 1c); vipassanā (2)
kebijaksanaan (1a); pengetahuan (1b); pemahaman (1c); pandangan-jernih atas fenomena (2)

wisdom; knowledge; understanding; insight; look deeply; (Glossary panna: Discernment; insight; wisdom; intelligence; common sense; ingenuity)

panna; vipassana; prajna; nana
pandangan-jernih atas fenomena; kebijaksanaan; memandang secara mendalam; pengetahuan

wonderful

menakjubkan

world-system

sistem-dunia
P & Skt loka-dhātu
sebuah sistem-dunia tunggal adalah seperti sebuah sistem tata surya, dipandang membentang sejauh bulan dan matahari bergerak dalam haluannya dan meneranginya. Ada juga: gugusan 1000 sistem dunia tunggal; gugusan galaktis 1000 gugusan tersebut; dan gugusan super-galaktis 1000 gugusan tersebut (*Th.62).

wrong view

ditthi

yakṣa (Skt; P yakkha)

yakṣa (Skt; P yakkha)
yakṣa (Skt; P yakkha)
makhluk halus yang sering memiliki sifat-dasar mengganggu (lihat *Th.5 dan *M.14, 68, 96, 108, 153).

Yogācāra (Skt)

Yogācāra (Skt)
Yogācāra (Skt)
aliran ‘Perilaku Yoga’: sebuah aliran filosofis Mahāyāna yang gagasan utamanya adalah bahwa dunia, atau setidaknya dunia yang kita kenal, adalah hanyalah sebuah proyeksi mental (lihat *M.142–43). Dikenal juga sebagai Cittamātra, aliran ‘Hanya-pikiran’.

zeal

ussaha (m.); atappa; viriya (nt.)

Zen (Jp)

Zen (Jp)
Zen (Jp)
lihat >Chan.

zest; bliss (kelegaan); rapture (kegirangan); ecstasy

piti; pinayanti
kegiuran; kegembiraan yang meluap-luap